LANGIT7.ID, Jakarta - LGBT atau Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) merupakan penyimpangan orientasi seksual. Salah satu cara mengobati penyimpangan ini dengan melakukan terapi kejiwaan.
Praktisi rukiah syar’iyyah, Ustaz Ahmad Zaki Mubarok mengatakan, penyakit LGBT erat kaitannya dengan masalah kejiwaan. Karenanya, selain dengan metode nabawi, penyembuhan LGBT juga harus ditopang dengan terapi kejiwaan.
“Rukiah bisa menjadi sarana pengobatan penyakit LGBT, tapi cukup lama prosesnya,” kata Ustaz Zaki saat berbincang dengan
Langit7.id, Rabu (25/5/2022).
Ustaz Ahmad Zaki menjelaskan, penanganan LGBT harus ditopang pula dengan melakukan terapi agar tidak kumat.
Baca Juga: Muhammadiyah Tegaskan LGBT Merupakan Penyimpangan dan Terlarang“Harus terapi luar biasa, benar-benar dibina, itu prosesnya lama banget, karena ini jiwanya yang bermasalah. Butuh terapi dan itu ya prosesnya lama dan tidak mudah,” kata Ustaz Zaki.
Senada, Founder Arsyada Yadaka Indonesia Ustaz Muhammad Faizar mengatakan bahwa rukiah bisa menjadi solusi terapi kejiwaan LGBT. Meski demikian, penderitanya juga harus mendapat pembinaan intensif agar hasrat homoseksnya tidak kambuh.
“Rukiah memang menjadi solusi akan tetapi kurang lengkap kalau tidak membangun kesadaran diri. Setelahnya, tutup celah-celah yang berpotensi membangkitkan penyakit (LGBT),” kata Ustaz Faizar dalam siaran Youtube Muhammad Faizar Official.
Baca Juga: Mahfud Md Tegaskan Penyimpangan LGBT Masuk RUU KUHPUstaz Faizar mengatakan, salah satu penopang kesuksesan penyembuhan LGBT adalah dukungan komunitas atau masyarakat. Di samping itu, penderita LGBT juga harus memiliki kemauan kuat untuk sembuh.
“Potong hubungan Anda dengan teman-teman yang belum mau berubah. Cari komunitas dan teman yang bisa mengingatkan kepada kebaikan, memotivasi kepada ketaatan, dan mencegah kepada kemaksiatan. Cari, kita melakukan terapi komunitas,” kata Ustaz Faizar.
Baca Juga: Ubah Sungai Kotor Jadi Lahan Produktif, Mbah Bagong Bikin Watergong(zhd)