Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 15 Juni 2026
home global news detail berita

Buka GPDRR 2022, Jokowi Tawarkan Konsep Resiliensi Berkelanjutan Kebencanaan

Garry Talentedo Kesawa Rabu, 25 Mei 2022 - 17:15 WIB
Buka GPDRR 2022, Jokowi Tawarkan Konsep Resiliensi Berkelanjutan Kebencanaan
Presiden Jokowi saat membuka Forum Global Pengurangan Risiko Bencana atau the 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022. (Foto: Humas Setkab/Rahmat)
LANGIT7.ID, Badung - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara rawan bencana seperti gempa bumi disertai tsunami, letusan gunung berapi, bahkan kebakaran hutan. Namun dengan berbagai upaya, bencana tersebut dapat teratasi dan ditekan seminimal mungkin.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pembukaan The 7th GLobal Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Rabu (25/5/2022). Jokowi menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Baca Juga: Satgas Covid Terbitkan Aturan Protokol Kesehatan di Forum GPDRR

"Indonesia merupakan negara rawan bencana. Di tahun 2022 saja per 23 Mei telah terjadi bencana sebanyak 1.613. Rata-rata dalam sebulan terjadi 500 kali gempa, skala kecil maupun besar," ujar Jokowi dalam sambutannya, dikutip dari laman Sekretariat Presiden.

Jokowi menuturkan pengurangan risiko bencana adalah investasi yang efektif untuk mencegah kerugian di masa depan. Untuk itu, pemerintah berkomitmen melaksanakan Kerangka Kerja Sendai serta komitmen internasional lainnya dengan menawarkan kepada dunia Konsep Resiliensi Berkelanjutan.

"Konsep Resiliensi Berkelanjutan sebagai solusi untuk menjawab tantangan risiko sistemik menghadapi semua bentuk bencana, termasuk menghadapi pandemi dan sekaligus mendukung implementasi pembangunan berkelanjutan," kata Jokowi.

Dalam konsep tersebut, Jokowi menjelaskan hal pertama yang harus dilakukan adalah memperkuat budaya dan kelembagaan siaga bencana yang antisipatif, responsif dan adaptif terhadap bencana. Selain itu, pendidikan aman bencana, serta kelembagaan pemerintahan dan sosial yang sinergis dan tanggap terhadap bencana juga harus menjadi prioritas bersama.

Baca Juga: Jokowi Tegaskan APBN Bukan untuk Beli Barang Impor

Kedua, setiap negara juga harus berinvestasi dalam sains, teknologi dan inovasi, termasuk dalam menjamin akses pendanaan dan transfer teknologi. Menurut Jokowi, akses pendanaan merupakan isu penting yang harus ditangani secara serius.

"Indonesia menyusun strategi pendanaan dan asuransi bencana dengan membentuk dana bersama atau pooling fund. Penggunaan dana pembangunan di tingkat desa melalui Dana Desa, untuk mendukung upaya mitigasi dan kesiap-siagaan," ungkapnya.

Ketiga, Jokowi menekankan pentingnya membangun infrastruktur yang tangguh terhadap bencana dan tangguh terhadap perubahan iklim. Selain mitigasi infrastruktur fisik, infrastruktur hijau dan perlindungan terhadap masyarakat kelompok rentan yang bertempat tinggal di wilayah berisiko tinggi juga harus mendapatkan perhatian serius serta menjadi bagian dari prioritas pembangunan infrastruktur.

Terakhir, Presiden mengajak seluruh negara untuk berkomitmen mengimplementasikan kesepakatan global di tingkat nasional sampai tingkat lokal. Mulai dari Kerangka Kerja Sendai, Kesepakatan Paris dan SDGs yang merupakan persetujuan internasional yang penting dalam upaya pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim. "Saya mengajak seluruh negara untuk berkomitmen dan bersungguh-sungguh untuk mengimplementasikannya," tutur Jokowi.

Baca Juga:

Indonesia Terpilih Sebagai Tuan Rumah Forum GPDRR di Bali

24 Tahun Reformasi, 2 Catatan Ini Belum Dituntaskan Pemerintah


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 15 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:49
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)