LANGIT7.ID, Jakarta -
Arab Saudi sedang dilanda musim panas ekstrem dengan temperatur 40 hingga 44 derajat celcius. Bahkan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan suhu di Arab Saudi berpotensi lebih tinggi mencapai 50 derajat.
Atas hal tersebut, Petugas Kesehatan Haji diminta untuk dapat mengedukasi, baik diri sendiri maupun
jamaah haji. Hal ini guna menjaga diri agar selalu terhidrasi dengan baik saat menjalankan Ibadah Haji di Arab Saudi.
Baca Juga: Jelang Musim Haji, Warga Asing Tanpa Izin Dilarang Masuk MekkahKoordinator Promosi Kesehatan PPIH Bidang Kesehatan, Edi Supriyatna mengatakan suhu yang ekstrem ditambah kelembaban yang rendah di Arab Saudi menimbulkan potensi dehidrasi bagi jamaah haji. Kondisi ini dapat mengarah pada situasi yang lebih parah, disebut
heat exhausted bahkan
heat stroke.
Untuk itu, dr. Edi mengimbau asupan mineral yang cukup menjadi kunci penting menjaga jamaah haji tetap terhidrasi dengan baik. "Kunci Dehidrasi adalah
mineral loss, jadi harus minum air yang dicampur elektrolit, jangan tunggu haus," ujar Edi dalam keterangan resminya, Sabtu (28/5/2022).
Edi menjelaskan fungsi elektrolit bukan sebagai obat diare, melainkan pengganti mineral yang hilang selama menjalankan aktivitas di tengah cuaca sangat terik dan minim kelembaban. Konsumsi elektrolit dilakukan setelah jamaah haji melakukan aktifitas di luar hotel, mencampurkan 1 sachet oralit dengan 600 ml air. Selain itu, jamaah juga diminta untuk minum air 5-6 botol sehari dengan takaran 600 ml air setiap botolnya.
Baca Juga: Pemprov Jabar Gratiskan Tes PCR Calon Jemaah HajiLebih lanjut, Edi menyampaikan jamaah haji diminta menghindari paparan sinar matahari langsung dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Jamaah haji bisa mengenakan topi lebar sehingga kepala bisa terhindar dari sengatan matahari.
Selain itu, jamaah juga diminta untuk sering menyemprot bagian tubuh yang terpapar pajanan matahari langsung, terutama muka dan tangan. "Gunakan pakaian yang longgar, mudah menyerap keringat serta selalu menggunakan alas kaki saat bepergian. Edukasi ini harus dijalankan mulai dari sekarang, sebelum jemaah haji berangkat," ucapnya.
Baca Juga:
Dirjen PHU: Visa Calon Jemaah Haji dalam Proses Pemaketan
Calon Jemaah Haji Bisa Amalkan Sholat Sunnah dan Doa Ini sebelum Berangkat(asf)