LANGIT7.ID, Jakarta - Jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) memiliki nilai lebih dibanding LPG yaitu lebih bersih, efisien karena tersedia 24 jam. Selain itu, pasokannya juga terjamin dan lebih aman lantaran tekanan gas rendah dan stabil.
Kini, manfaat positif itu sudah dirasakan di sejumlah wilayah di Indonesia dalam program pengembangan jargas melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Menurut PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Program Jargas yang ditugaskan pemerintah melalui Kementerian ESDM kepada PGN, termasuk program jargas yang dikelolah oleh PGN melalui Program Sayang Ibu, sudah dapat dinikmati di 17 provinsi, tepatnya di 63 kabupaten dan kota.
"Tahukah sobat? Saat ini, program jargas yang ditugaskan oleh pemerintah melalui KESDM kepada PGN termasuk Program Jargas yang dikelola oleh PGN melalui Program Sayang Ibu, sudah dapat dinikmati 17 provinsi, 63 kota/kabupaten loh sobat," demikian informasi yang ditayangkan lewat video di akun resmi Instagram PT Perusahaan Gas Negara, dipantau
LANGIT7.ID, Selasa (3/8/2021).
Penasaran provinsi/ kota/ kabupaten di Indonesia mana saja? Berikut ini daftarnya:
1. Aceh (Kab Aceh Tamiang, Aceh Utara, Kota Langsa, dan Kota Lhokseumawe)
2. Sumatera Utara (Kab Deli Serdang, Kota Medan)
3. Kepulauan Riau (KOta Batam)
4. Jambi (Kota Jambi, Kab Muaro Jambi, Kab Sarolangun)
5. Riau (Kota Dumai, Kota Pekanbaru)
6. Lampung (Kota Bandar Lampung)
7. Sumatera Selatan (KOta palembang, Kota Prabumulih, Kab Ogan Ilir, Kab Ogan Komering Ilir, Kab Ogan Kemering Ulu, Kab Musi Banyuasin, Kab Muara Enim, Kab Musi Rawas, Kab PALI).
8. Banten (Kab Serang, Kota Cilegon, Kab Tangerang)
9. Jakarta (Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat)
10. Jawa Tengah (Kota Semarang, Kab Blora)
11. Jawa Barat (Kota Bekasi, Kab Bekasi, Kota Bogor, Kab Bogor, Kota Depok, Kota Cirebon, Kab Cirebon, Kab Karawang, Kab Subang)
12. Jawa Timur (Kota Surabatya, Kab Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kab Mojokerto, Kab Probolinggo, Kab Lamongan)
13. Kalimantan Timur (Kab Kutai Kartanegara, Kab Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kota Samarinda)
14. Kalimantan Utara (Kab Bulungan, Kota Tarakan)
15. Sulawesi Selatan (Kab Wajo)
16. Sulawesi Tengah (Kab Banggai)
17. Papua Barat (Kab Sorong)
Sebelumnya, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Noor Arifin Mohammad mengatakan, pembangunan jargas telah dimulai Pemerintah melalui APBN sejak 2009 dan hingga tahun 2020 terbangun sebanyak 535.555 sambungan rumah (SR) di 17 propinsi. Jargas yang merupakan infrastruktur publik membutuhkan investasi yang tidak sedikit.
Pemerintah menargetkan dapat membangun jargas sebanyak 4 juta SR dengan skema pembiayaan melalui APBN, KPBU dan BUMN, hingga tahun 2024. Skema pembiayaan non-APBN seperti KPBU dan BUMN, diharapkan pembangunan jargas akan semakin massif. "Mengingat gap yang besar ini, Pemerintah mempercepat pembangunan jargas melalui skema KPBU," kata Arifin, dilansir esdm.go.id.
(jak)