LANGIT7.ID, Banda Aceh - Kepemimpinan Sultan Iskandar Muda di era Kerajaan Aceh Darussalam merupakan masa kejayaan daerah. Ketika itu ekonomi dan pendidikan Islam berkembang pesat.
Sultan Iskandar Muda menduduki tahta kerajaan pada 1607. Artinya dia menjadi salah satu sosok pemimpin muda paling berpengaruh di usianya yang belum genap 20 tahun.
Bahkan kepemimpinannya itu tidak hanya diakui rakyat Aceh, tapi juga dari musuh asing. Selama 29 tahun memimpin, dia menunjukkan reputasi yang baik di kancah internasional, hingga cakupan lahan kekuasannya menjadi pusat perdagangan dan pembelajaran Islam.
Hal itu dikarenakan Iskandar Muda yang mampu menyatukan seluruh wilayah semenanjung tanah Melayu di bawah Kerajaan Aceh Darussalam. Selain itu, dia juga menjalin hubungan diplomasi perdagangan dengan berbagai bangsa asing.
Kekayaan Aceh Darussalam bukan hanya dari perdagangan yang sukses, tapi juga Iskandar Muda yang mampu memperluas daerah kekuasaannya. Diketahui, kekuasaan Aceh pada masa kepemimpinannya itu mencapai pesisir barat Minangkabau.
Lebih lanjut, Kerajaan Aceh terus menambah kejayaannya ketika Iskandar Muda melakukan ekspedisi untuk menaklukan daerah lain sekitarnya. Di antaranya seperti Deli (1612), Johor (1613), Bintan (1614), sampai Nias pada tahun 1624-1625, dan daerah lainnya.
Dari situ, negerinya semakin kaya dan makmur, hingga menjadi pusat perdagangan dan ilmu pengetahuan. Rakyatnya pun betul-betul dapat menikmati kekayaan yang ada di tanah mereka.
Pahlawan NasionalBerkat kebesaran kekuasannya yang juga mempengaruhi perdagangan dan perkembangan Islam, Iskandar Muda dikenang sebagai Pahlawan Nasional. Apalagi berkat kepemimpinannya dia mampu membawa tanah beserta rakyat Aceh kepada puncak kejayaan.
Dia dikenal sebagai pemimpin yang lebih mementingkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Hal itu terbukti dari luasnya kekuasaan dan Aceh yang menjadi pusat perdagangan, juga kemakmuran yang dirasakan rakyatnya.
Selain itu, Iskandar Muda juga turut mengerahkan pasukannya untuk mengusir penjajah Portugis dari Indonesia. Perjuangan dan namanya itu dikenang rakyat Aceh hingga saat ini dan digunakan sebagai nama bandar udara di sana, yakni Bandara Sultan Iskandar Muda.
Kejayaan negeri Aceh berakhir seiring gugurnya Iskandar Muda pada 27 September 1636, di usianya yang menginjak 43 tahun. Atas perannya itu, Sultan Iskandar Muda dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No.077/TK/Tahun 1993.
(bal)