LANGIT7.ID, Jakarta - Pengurusan jenazah biasanya dilakukan oleh seseorang yang disebut mudin. Seorang mudin biasanya berasal dari masyarakat biasa dan pendidikan yang biasa.
Namun berbeda dengan Ustaz Syarif Radin yang merupakan lulusan S1 Universitas Al Azhar, Mesir dan S2 UIN Sunan Ampel. Walaupun pendidikannya tinggi, ia mengabdikan diri sebagai pengurus dan pemulia jenazah.
Saat ini Syarif Radin aktif di Majelis Pemulia Jenazah Indonesia (MPJI). Sebagian masyarakat ada yang berpendapat bahwa karir yang diambilnya tidak sebanding dengan gelar yang dimilikinya.
"Mengenai keaktifan saya di Majelis Pemuliaan Jenazah ini ada yang berkomentar gini, wah S2 kok ngurusnya jenazah, itu bukan pekerjaan S2 katanya," ujar Syarif Radin di acara 'Apa Kabar Ustaz'
Langit7.id, Jum'at (3/5/2022).
Baca Juga: Gus Baha: Semua Hukum Ada dalam Al-Quran, Meski Tidak TekstualNamun Syarif tidak memusingkan hal itu. Baginya apa yang dilakukan saat ini merupakan pengabdian bagi agama dan masyarakat.
Syarif Radin lahir di Bintaro, Tangerang Selatan. Masa kecilnya ia habiskan dengan belajar dan mengaji di lingkungan rumahnya.
Kemudian Syarif melanjutkan pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Al Masthuriyah, Sukabumi. Di pondok pesantren tersebut ia bertemu dengan sosok guru yang menginspirasinya melanjutkan pendidikan ke Al Azhar Mesir.
Singkat cerita Syarif berhasil kuliah di Universitas Al Azhar pada tahun 1997. Namun kemudian ia mengalami cobaan yang cukup berat. Tahun 1998 Indonesia mengalami krisis ekonomi hebat yang membuat orang tuanya tak mampu lagi mengiriminya uang ke Mesir.
Namun Syarif tidak mau menyerah, walaupun sempat diusir beberapa kali dari kontrakan karena tidak mampu bayar, ia tetap bertahan di Mesir. Bersama dengan teman-temannya lain yang mengalami nasib serupa ia mencoba mencari bantuan ke orang-orang Arab Mesir di sana.
Baca Juga: Tafsir Al Mulk Ayat 2: Allah Jadikan Hidup dan Mati sebagai UjianMelalui tangan orang-orang lokal tersebut, Allah membuka jalan keluar bagi Syarif hingga dapat bertahan di Mesir dan menyelesaikan kuliahnya. Bukan hanya itu, ia kemudian melanjutkan pendidikan magister hingga mendapat gelar S2.
Sesampainya di Indonesia Syarif kemudian diamanahi memimpin sebuah pondok pesantren bernama Sulaimaniyah. Di pondok tersebut Syarif berusaha memberikan beasiswa dan bantuan kepada anak yatim dan duafa yang tidak memiliki biaya untuk sekolah.
Selain itu, Syarif juga aktif berdakwah dan memberikan pelatihan cara pemulasaran jenazah di masjid-masjid. Hingga kini ia menjadi guru besar Majelis Pemulia Jenazah Indonesia (MPJI).
Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Ustaz Abdurrahman Al Habsyi menilai bahwa pengabdian Ustaz Radin dalam pemuliaan jenazah luar biasa. Menurut dia, jarang ada dai atau ustaz yang terjun langung berdakwah di bidang tersebut.
"Saya menilai Ustaz Syarif Radin ini banyak bergerak di bidang dakwah muamalah sosial dan sangat sedikit ustaz kita yang melakukan dakwah seperti ini," ujar Ustaz Rahman.
Baca Juga: Eril Belum Ditemukan dan Keluarga Ikhlas, Jika Wafat Apakah Tergolong Syahid?(zhd)