Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home wisata halal detail berita

Mengenal Tradisi Nyadran di Trenggalek, Jadi Daya Tarik Pariwista

mahmuda attar hussein Ahad, 05 Juni 2022 - 18:00 WIB
Mengenal Tradisi Nyadran di Trenggalek, Jadi Daya Tarik Pariwista
Tradisi Nyadran di Trenggalek Jadi Daya Tarik Pariwista. (Foto: Antaranews).
LANGIT7.ID, Surabaya - Tradisi Nyadran di Trenggalek menjadi daya tarik pariwisata. Banyak warga yang menonton prosesi puncaknya yakni melarung kepala kerbau di irigasi atau DAM Bagong.

Lebih dari seribu warga berdesakan untuk melihat prosesi adat itu, mulai dari ritual wayangan, nyekar di makam Adipati Menak Sopal, arak-arakan kepala kerbau, hingga puncaknya acara larungan di Dam Bagong.

Larungan dalam kegiatan adat ini sebagai saat dinantikan warga, karena mereka ada yang berebut potongan kaki dan kepala kerbau, atau sekadar menonton dari tepian dam.

"Yang paling seru memang setelah kepala kerbau dan bagian tubuh yang lain dilempar ke sungai. Kemudian masyarakat berlomba-lomba mengambil di dalam sungai. Ini menjadi daya tarik untuk pariwisata," kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dilansir Antaranews, Ahad (5/6/2022).

Menurut dia, tradisi berbasis kearifan lokal itu berpeluang merambah sektor wisata budaya. Masyarakat terlihat antusias menyaksikan kegiatan yang digelar setiap tahun bertepatan dengan Bulan Selo dalam penanggalan Jawa.

Baca Juga: Mencicipi Surabi Kalibeluk, Kuliner Tradisional Khas Batang

Dia menyebut dengan banyak masyarakat yang ingin melihat rangkaian kegiatan itu, secara otomatis mengangkat nama Trenggalek. Harapannya kegiatan itu bisa mendongkrak sektor perekonomian masyarakat sekitar.

"Ini kegiatan rutin yang setiap tahun kamu gelar. Semua desa rata-rata punya kegiatan bersih desanya masing-masing dan di kawasan kota ini punya kebiasaan Nyadran Dam Bagong," paparnya.

Masyarakat sekitar Sungai Bagong menggelar tradisi itu secara turun-temurun. Dalam legenda yang diceritakan secara turun-temurun dan dirangkum dari berbagai versi, saat membangun dam tersebut, Menak Sopal selalu mengalami kesulitan. Atas saran gurunya, ia mengorbankan seekor gajah putih.

Air yang mengalir di Dam Bagong hingga saat ini dimanfaatkan para petani untuk mengairi sawah dengan luas sekitar 800 hektare di Kecamatan Trenggalek dan Pogalan sehingga mereka tidak lagi kesulitan air untuk mengairi sawah di berbagai musim.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)