LANGIT7.ID, Batang -
Indonesia memiliki ragam kuliner tradisional dengan cita rasa yang khas serta rasa yang berbeda di setiap daerahnya, salah satunya serabi khas Batang atau kerap disebut Serabi Kalibeluk
Kuliner tradisional yang mempunyai ciri khas di mana bentuk dari surabi ini berdiameter kurang lebih 10 cm dengan rasa manis dan gurih yang menjadi satu.
Disebut Surabi Kalibeluk karena tempat pembuatan surabi ini berpusat di Desa Kalibeluk, Batang.
Setiap pagi sekitar pukul 06.30 banyak ditemukan para pedagang rumahan yang berjualan surabi, dan siang hari pembeli biasanya mendatangi Pasar Warungasem untuk membeli surabi.
Baca juga: Cicipi Kuliner Khas Betawi, Si Cantik Putu MayangDilansir dari visitjawatengah.jatengprov.go.id, daya tarik kuliner ini dilihat dari proses pembuatannya yang masih menggunakan cara tradisional.
Surabi Kalibeluk mempunyai dua varian rasa yaitu surabi original dengan cita rasa santan yang gurih, dan surabi manis dengan campuran gula aren.
Harga yang ditawarkan untuk surabi ini pun cukup terjangkau sekitar Rp13 ribu, kuliner surabi dengan tekstur berongga dengan bentuk bundar, sehingga satu kudapan surabi ini bisa dinikmati untuk satu keluarga.
Proses pembuatan surabi menggunakan bahan dasar tepung beras, tepung beras pertama-tama dicampur dengan parutan kelapa dan air, sehingga adonan terlihat menjadi kental. Alat yang digunakan untuk memasak pun masih manual berupa cobek yang terbuat daari tanah liat, dan dimasak hingga matang menggunakan katu bakar.
Proses tradisional yang dilakukan ini sebagai upaya dalam menjaaga cita rasa keaslian dari Surabi Kalibeluk ini.
Baca juga: Kreasi Takjil Spesial, Lumpia Kurma Keju ala Sisca SoewitomoTak hanaya itu, sebagai langkah inovasi serabi kalibeluk juga disajikan dengan aneka toping lainnya seperti keju, meses dan aneka toping lainnya.
Kendati demikian, surabi kalibeluk ini juga terasa nikmat tanpa toping. Kudapan ini cocok untuk sekadar teman ngopi atau ngeteh terutama bersama keluarga.
(sof)