LANGIT7.ID, Jakarta -
Kurban merupakan ibadah tahunan umat Islam di seluruh Dunia. Syariat kurban diturunkan sejak masa Nabi Ibrahim Alaihissalam hingga kini.
Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid,menyebut penyembelihan hewan kurban di tengah masyarakat muslim seolah sudah menjadi tradisi dan ritual tahunan. Hal tersebut menyebabkan nilai-nilai yang mendasari penyembelihan hewan kurban menjadi kabur. Banyak orang fokus pada tradisi saja, dan melupakan nilai-nilai yang mendasari ibadah mulia tersebut.
"
Kurban itu ada nilai-nilai yang mendasarinya," kata Wawan di Tarjih Channel, Rabu (8/6/2022).
Baca Juga: Hewan Kurban Terjangkit PMK, Bolehkah Dagingnya Dikonsumsi?
Wawan menyebut ada dua nilai yang harus ditanamkan. Pertama, nilai tauhid. Ini berkenaan dengan perintah Allah Ta'ala dalam Surah Al-Kautsar ayat 2. Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan umat Islam mendirikan shalat dan menyembelih hewan kurban.
"Bagaimana caranya, Rasulullah mencontohkannya" kata Wawan.
Tauhid yang dipraktikkan bukan hanya tauhid yang bersifat ikrar semata, tapi juga tauhid sosial. Tauhid sosial itu dilandasi dengan nilai kemanusiaan. Nilai kemanusiaan ini seperti yang diperhatikan dan diperintahkan oleh Allah Ta'ala.
"Dititahkan oleh Allah, bahwa setiap orang punya kemuliaan kemanusiaan yang harus dijaga, mereka setiap manusia harus dijaga potensi kehidupannya. Salah satunya adalah diberi makanan terbaik pada musim terbaik, yakni Idul Adha, termasuk non-muslim di sana," ucap Wawan.
Baca Juga: PMK Merajalela, Ini Tips Pilih Hewan Kurban Sehat Bebas PMK
Kedua, nilai Ihsan. Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban harus dilakukan dengan cara terbaik. Allah Ta'ala mewajibkan kualitas ihsan atas segala sesuatu, termasuk menyembelih hewan.
"Demikian hanya dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, harus kualitas terbaik, dan harus ada ekspresi kecintaan yang ditumbuhkan kepada Allah," tutur Wawan.
(jqf)