Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home masjid detail berita

Penjelasan Medis Dzikir Beri Ketenangan: Neuron Otak Terakses Lalu Menuju Sistem Saraf

Muhajirin Rabu, 04 Agustus 2021 - 14:34 WIB
Penjelasan Medis Dzikir Beri Ketenangan: Neuron Otak Terakses Lalu Menuju Sistem Saraf
ilustrasi berdzikir dengan tasbih (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Dokter Pakar Neuroparenting dr. Aisah Dahlan, CHt, membeberkan alasan dzikir mampu memberikan ketenangan jiwa kepada seseorang. Dzikir merupakan aktivitas mengingat dan merasakan kehadiran Allah dengan menggunakan potensi pikiran bawah sadar.

Saat seseorang khusyuk dalam berdzikir, ia bisa merasakan kehadiran Allah SWT. Namun tak hanya itu, dzikir yang dilafalkan akan membawa banyak manfaat bagi tubuh. Dokter Aisah mengatakan, saat seseorang berdzikir, maka program neuron di otak akan terakses, kemudian jalan ke batang otak, lalu ke sumsum tulang belakang.

“Apa yang terjadi ketika kita berdzikir? Badan kita dan kita ini bisa melakukan kegiatan yang penuh kasih sayang,” kata dr Aisyah di akun Youtube Rumil Al-Hillya, dikutip Rabu (4/8/2021).

Lebih dari itu, kalimat-kalimat dzikir saat diucapkan akan berjalan di sistem saraf manusia. Mulai jalan ke otak lalu ke sistem saraf. Pada saat berdzikir dengan suara rendah atau berbisik, maka akan terjadi pertukaran karbondioksida dan oksigen di mulut dan hidung seseorang. Jadi, otak diberikan darah oleh jantung untuk membawa oksigen.

“Kalau kita bernafas dalam, itu mengambil oksigen yang banyak,” ucap dr Aisah. Saat dzikir diucapkan dengan nada rendah, thayyibah dan Asmaul Husna, karbondioksida keluar dari mulut dan otomatis hidung menarik oksigen lebih banyak. Pada kondisi itu, otak manusia akan menjadi sehat. Aliran oksigen ke otak jauh lebih dahsyat.

Bukan hanya otak, lantaran arteri membawa darah yang mengandung oksigen lebih banyak, maka bagian tubuh lain yang terasa ngilu atau pegal akan terasa nyaman. Dzikir bisa jadi terapi bagi orang yang lelah.

“Jadi, kalau badan kita sakit kita beristighfar, tahlil, ucapkan kalimat-kalimat dzikir Asmaul Husna yang khususnya untuk keselamatan, maka bagian-bagian yang pegal, yang ngilu, yang terasa gak nyaman, itu akan dialiri darah arteri ini yang membawa oksigen yang banyak,” papar dr Aisah.

Hal ini senada dengan pernyataan dokter spesialis saraf dari rumah sakit Satyanegara, Sunter, Arman Yurisaldi Saleh, dalam buku Lewat buku Berdzikir untuk Kesehatan Saraf (Zaman: 2010) dzikir disebut dapat menyehatkan. Ia temukan hal tersebut setelah meneliti pasien yang dia tangani. Pasien yang suka berdzikir mengalami perbaikan lebih cepat dibandingkan pasien yang tidak suka berdzikir.

Dia mencontohkan pasien yang mengalami gangguan saraf, seperti penderita alzheimer dan stroke, akan membaik kondisinya setelah membiasakan dzikir dengan mengucapkan kalimat tahlil laa ilaaha illallah dan kalimat istighfar astaghfirullah.

Setelah ditinjau dari sudut ilmu kedokteran kontemporer, pengucapan laa ilaaha illallah dan astaghfirullah dapat menghilangkan nyeri dan bisa menumbuhkan ketenangan serta kestabilan saraf bagi penderita. Ini karena dalam kedua bacaan dzikir tersebut terdapat huruf jahr yang dapat mengeluarkan CO2 dari otak.

Arman menemukan dalam kalimat laa ilaaha illallah terdapat huruf jahr yang diulang tujuh kali, yaitu huruf lam, dan astaghfirullah terdapat huruf ghain, ra, dan dua buah lam sehingga ada empat huruf jahr yang harus dilafalkan keras sehingga kalimat dzikir tersebut akan mengeluarkan karbondioksida lebih banyak saat udara dihembuskan keluar mulut.

CO2 yang dikeluarkan oleh tubuh tidak mempengaruhi perubahan diameter pembuluh darah dalam otak. Arman menjelaskan, jika proses pengeluaran CO2 kacau, maka CO2 yang keluar juga kacau. Itu menyebabkan pembuluh darah ke otak akan melebar berlebihan ketika kadar CO2 di dalam otak menurun.

Menurut Arman, jika dilihat dari tinjauan ilmu saraf, terdapat hubungan yang erat antara pelafalan huruf (makharijul-huruf) pada bacaan dzikir dengan aliran darah pernapasan ke luar yang mengandung zat CO2 (karbondioksida) dan proses yang rumit di dalam otak pada kondisi fisik atau psikis seseorang.

Hal itu mengakibatkan, orang yang berdzikir rutin dan khusyuk dan memahami maknanya, pembuluh darah di otak akan membuat aliran karbondioksida yang keluar dari pernapasan menjadi lebih banyak. Kadar karbondioksida dalam otak pun akan turun secara teratur. Dengan begitu tubuh akan segera menunjukkan kemampuan refleks kompensasi.

Dalam bukunya itu, Arman menjelaskan, keajaiban dzikir bisa menyembuhkan penyakit saraf seperti nyeri (nyeri kepala tipe tegang, migren, fibromialgia, nyeri sendi, nyeri neuropati akibat kencing manis kronis, nyeri pinggang akibat iritasi akar saraf atau saraf terjepit), lumpuh karena stroke, depresi pasca stroke, gangguan pikiran dan emosi, serta gangguan tidur (insomnia).

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)