LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah memberi sinyal kuat akan menaikkan
tarif listrik bagi golongan pelanggan di atas 3.000 VA.
Ekonom menilai kenaikan tarif listrik pada golongan tersebut tidak akan memberi dampak kuat terhadap inflasi.
Pengamat Ekonomi Energi UGM, Dr. Fahmy Radhi menjelaskan, kenaikan tarif listrik golongan pelanggan di atas 3.000 VA tidak akan memberikan kontribusi terhadap kenaikkan
inflasi secara signifikan. Sebab, secara keseluruhan proporsinya hanya sekitar 5 persen.
Baca Juga: Tarif Listrik Bakal Naik, Menteri BUMN: Bukan Era Subsidi Orang MampuNamun, kondisi akan berbeda dan inflasi akan meningkat jika pemerintah menaikkan secara serentak golongan pelanggan bisnis dan industri yang proporsinya mencapai sekitar 64 persen. Oleh karenanya, pemerintah harus cermat.
Menurutnya, jika pemerintah mempertimbangkan inflasi dalam kebijakan ini, maka pemerintah bisa menaikkan tarif listrik golongan pelanggan di atas 3.000 VA dan menunda kenaikkan tarif listrik golongan pelanggan bisnis dan industri. Sebab, kenaikan tarif listrik golongan bisnis dan indusri saat ini belum tepat.
"Jika kondisi bisnis dan industri sudah
recovery, pada saat itulah pemerintah harus menaikkan tarif-listriknya. Pasalnya, pelanggan bisnis dan industri ini sebagai penerima kompensasi terbesar sehingga dapat meringankan beban APBN untuk alokasi kompensasi listrik," ujar dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Jumat (10/6/2022).
Baca Juga: Disetujui Jokowi, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA ke Atas Bakal NaikSejauh ini, Fahmi melihat pemerintah tampaknya masih menghitung dampak kenaikkan tarif listrik terhadap kenaikkan inflasi. Padahal, pada sisi lain pemerintah mestinya juga harus menghitung dana kompensasi yang dibayarkan kepada PLN lantaran PLN menjual setrum dengan tarif di bawah harga keekonomian akibat tidak diberlakukan tariff
adjusment.
"Sejak Januari 2017, pemerintah tidak memberlakukan tariff adjustment sehingga pemerintah harus memberikan kompensasi sebesar selisih pendapatan seharusnya dengan pendapatan sebenarnya. Pada 2021, jumlah kompensasi tarif listrik sudah mencapai 24,6 triliun rupiah," katanya.
Baca Juga:
Mau Tambah Daya Listrik? Lebih Mudah Lewat PLN Mobile
Business Outlook PLN 2022, Ini Kesiapan PLN Menyambut Tren Terkini(asf)