Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Tren Ikoy-ikoyan di Instragram, Begini Tanggapan Buya Yahya

Dwitisya Rizky Desindatika Rabu, 04 Agustus 2021 - 19:23 WIB
Tren Ikoy-ikoyan di Instragram, Begini Tanggapan Buya Yahya
LANGIT7.ID - Fenomena permainan ikoy-ikoyan sedang ramai di Instagram. Tren ikoy-ikoyan merupakan program giveaway atau berbagi yang dipopulerkan influencer Arief Muhammad.

Permainan ini dilakukan dengan cara, followers mengirimkan pesan langsung dan menuliskan apa pun yang diinginkan ke Instagram @ariefmuhammad. Bagi mereka yang dipilih oleh Arief akan langsung ditransfer uang sesuai nominal yang dikehendaki. Tak jarang uang diberikan secara cuma-cuma melebihi apa yang followers tersebut butuhkan.

Bermanfaat karena membantu yang membutuhkan, tapi di sisi lain menjadi kontroversi lantaran ada yang menyebut orang yang ikut tren tersebut sama dengan orang yang sedang meminta-minta atau pengemis.

Ulama Buya Yahya menjawab pertanyaan salah satu jamaah tentang hukum Islam terhadap tren tersebut. “Bagaimana hukumnya Buya, dalam Islam, apakah jika kita ikut permainan tersebut sama dengan meminta?” tanya Jamaah tersebut.

Buya Yahya kemudian menjelaskan setiap orang yang bergabung dengan media sosial kita bisa dianggap sebagai saudara yang sah-sah saja jika kita sebagai pemilik akun ingin berbagi atau memberikan hadiah.

“Karena saya ingin berbagi, tapi saya enggak bisa kasih semua. Kita undi, acak yang punya keinginan apa diambil, setelah itu saya beri hadiah,” ujar Buya, dikutip video dalam kanal Youtube Al-Bahjah TV, Selasa (3/8/2021).

Menurut Buya, jika model permainannya seperti ini maka sah dan bukan tergolong judi. Karena mereka yang bergabung tidak membayar kepada si pemilik akun. “Ada hadiah sepuluh akan dibagi kepada yang mendapatkan undian saja, ini tidak haram. Karena kartu undian ini tidak dibayar,” ujarnya lagi.

Menjadi haram, menurut Buya, jika kita mendapat hadiah dari sesuatu yang kita bayar seperti membeli kartu undian, dan ini termasuk judi. Sementara mengenai permasalahan ‘minta-minta’, menurut Buya Yahya, selama memang diberi kesempatan untuk mengungkapkan keinginannya oleh pemilik akun dalam hal ini Arief Muhammad, maka ‘meminta’ tidak masalah, meskipun ia orang yang mampu.

'Minta' menjadi haram dilakukan, jika orang mampu tapi dia meminta-meminta hanya karena hobi dan dijadikan suatu pekerjaan. “Yang tidak boleh adalah orang mampu minta-minta, hanya karena hobi minta-minta. Kalau Anda kaya raya, lalu saya tawarkan mau apa, anda sah karena saya tawarkan,” ujar Buya lagi.

Bagi Buya, meminta untuk mendapat kebaikan dari seseorang boleh-boleh saja. Namun, Buya memberi nasihat bagi kita dalam bermedia sosial untuk mengikuti akun yang bisa mengantarkan ke surga dan hindari ikut-ikutan.

Selama yang dilakukan adalah program untuk kebaikan, berarti kita secara tidak langsung juga mendukung kebaikan tersebut, begitupun sebaliknya. “Kalau enggak jangan ikut-ikut, apalagi hanya ikuti urusan hadiahnya, kalau itu orang fasik berarti anda mendukung dan mengikuti ketenaran orang fasik, hati-hati,” imbaunya.

Sebelum mengikuti sesuatu di media sosial, Buya berpesan untuk merenungkan terlebih dahulu apakah hal tersebut bisa membuat keselamatan di akhirat atau tidak.

Arief Muhammad membuat geger media sosial setelah mengeluarkan uang ratusan juta rupiah untuk dibagikan kepada para pengikutnya lewat program berbagi yang dicetuskan sebagai ‘ikoy-ikoyan’.

Istilah tersebut berasal dari nama panggilan Arief kepada asisten pribadinya, Rizqi Fadillah. Ikoy akan diminta Arief mentransfer kepada followers yang dipilih untuk mendapatkan uang dari pengusaha baso aci ini.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)