LANGIT7.ID -
One Pesantren One Product atau lebih dikenal dengan OPOP merupakan program bentukan Dinas Koperasi dan UKM Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis Pondok Pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan masyarakat.
OPOP dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas di Jawa Timur sebab terdapat lebih dari 4.000 Pesantren di provinsi ini.
OPOP diluncurkan tahun lalu langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. OPOP dilihat mampu memberdayakan perekonomian umat secara meluas hingga ke pelosok daerah di Jawa Timur.
Selain itu, OPOP ditargetkan untuk membangun perekonomian dari desa. Kemudian nanti akan disinergikan dalam pemasarannya dengan para diaspora Indonesia di luar negeri.
Dalam pendampingan tiap pesantren di OPOP, Pemprov Jatim akan melakukan pendampingan melalui program bernama Rumah Kurasi. Rumah Kurasi merupakan program yang diusung untuk mendampingi bisnis dari pesantren terutama dalam mengidentifikasi produk dan
quality control. Harapannya produk yang akan dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pasar dalam dan juga luar negeri.
Pendampingan dari Pemerintah pun akan terus dilakukan guna memastikan produk sesuai dengan kebutuhan pasar. OPOP juga akan fokus untuk mengembangkan industri halal karena dinilai memiliki peluang besar. Selain itu juga Indonesia menjadi komunitas muslim terbesar di dunia.
Ditargetkan akan ada sebanyak 1000 pesantren yang akan menggerakan program One Pesantren One Produk sehingga dapat merangkum seluruh karakter unik pesantren dari pesantren. Terlebih jangkauan pasar yang dimiliki
pesantren sebenarnya sangat luas. Contohnya, bila 1 pesantren saja paling tidak memiliki 1000 santri. Mereka dapat memasarkan produk pesantrennya sehingga bisa mendapatkan pasar yang lebih luas.
OPOP juga akan diarahkan menjadi wadah perekonomian yang jadi penghubung antara pesantren dengan pasar luar negeri. Untuk saat ini, OPOP sudah memasarkan beberapa produk pesantren ke Malaysia dan Turki.
Dilansir dari
website resmi opop.jatimprov.go.id , berikut beberapa pesantren yang telah memiliki produk sendiri dan berhasil memasarkan produknya:
Pesantren Bahrul Maghfiroh
![Lewat OPOP, Pesantren di Jatim Berdaya dengan Ciptakan Produk Sendiri]()
Keju mozarella merk "Chizzu" merupakan produk unggulan Pesantren Bahrul Maghfiroh yang kini semakin dikenal oleh masyarakat. Utamanya keju yang lumer ini kerap kali digunakan untuk bahan utama makanan ataupun pelengkap.
Keju mozarella merk “Chizzu” ini sudah dikembangkan sejak empat tahun lalu. Massifnya media sosial pun, alhasil membuat keju “Chizzu” semakin dikenal di masyarakat luas, bahkan produk unggulan pesantren ini memiliki tagline tersendiri “Keju Mozarella Khas Malangnya Kakaak”.
Bahkan, Wakil Ketua Koperasi Pesantren Bahrul Maghfiroh M. Fajrul Falah, menjelaskan jika produk keju ini telah dipasarkan ke seluruh Indonesia dan telah terdaftar di BPOM.
Pesantren Al Fatah Malang
![Lewat OPOP, Pesantren di Jatim Berdaya dengan Ciptakan Produk Sendiri]()
Pesantren Al Fatah Malang memiliki produk unggulan yakni keripik menjes. Selain itu hasil pertanian dan perkebunan juga telah dikembangkan oleh pesantren asal Kecamatan Turen, Kabupaten Malang tersebut.
Menjes sendiri merupakan sejenis tempe, namun yang beda adalah bahan bakunya. Menjes terbuat dari ampas tahu yang dicampur dengan kopra atau kelapa kering yang difermentasikan seperti halnya tempe.
Inovasi ini pun dilakukan oleh Pesantren Al Fatah Malang. Seperti yang terlihat dalam helatan BATU TIIATEX Expo 2021, beberapa kripik menjes berjajar rapi di stan pesantren yang terletak di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Keripik menjes ini merupakan produk unggulan pesantren yang sudah diproduksi sejak tahun 2015.
Pesantren Al Rifa’ie 2 Malang
![Lewat OPOP, Pesantren di Jatim Berdaya dengan Ciptakan Produk Sendiri]()
Pesantren Al Rifa'ie 2 Malang memiliki beberapa produk unggulan. Produk terbaru ialah mengembangkan produk beras organik, yang tak disangka mampu menarik banyak minat masyarakat.
Salah satu produk terbaru yang dikembangkan pesantren yang terletak di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang tersebut yaitu beras organik yang diberi nama “DIVAgro”. Beras organik ini berupa beras pandan wangi, beras merah dan beras hitam.
Bendahara Koperasi Al Rifa’ie 2 Malang, Zahid mengatakan jika produk pesantren tersebut telah mampu menarik minat masyarakat.
DIVAgro merupakan hasil pertanian sendiri yang dilakukan secara organik dengan tenaga dari pondok pesantren, dan dikemas oleh santri.
Pesantren Sampang An-Nur SampangPesantren An Nur Sampang mampu melihat potensi fesyen saat ini yakni dengan menekuni bisnis hijab sebagai fokus usaha pesantren.
Milla Rosa selaku pembimbing usaha santri, melihat usaha busana muslim menjadi pilihan karena bisa mendapat keuntungan yang besar.
Jika dibandingkan usaha fesyen lainnya, usaha ini lebih menjanjikan karena sampai kapan pun busana muslim tetap diminati. Apalagi bisnis hijab yang cepat laku terjual.
Perempuan yang juga mengajar tata busana di SMK An Nur itu mengharap, agar usaha konveksi yang ditekuninya saat ini bisa menjadi produk unggulan di pesantren.
Pesantren Riyadlul Jannah Mojokerto
![Lewat OPOP, Pesantren di Jatim Berdaya dengan Ciptakan Produk Sendiri]()
Segudang usaha Pondok Pesantren Riyadlul Jannah. Salah satu yang paling berkembang adalah bisnis kuliner, seperti M2M.
Pondok Pesantren Riyadlul Jannah merupakan salah satu pondok pesantren yang terkenal di daerah Mojokerto. Dari pesantren yang berlokasi di Pacet ini, membuktikan jika pesantren mampu mengembangkan geliat ekonomi.
KH Mahfudz Syaubari sebagai pendiri pesantren, telah berhasil dalam membawa Pesantren Riyadlul Jannah menjadi pesantren yang memiliki kemandirian secara ekonomi.
Hal ini bisa terwujud karena dalam mengelola pesantren, Kiai Mahfudz memiliki jaringan badan usaha. Seluruh kebutuhan Pesantren baik sarana, fasilitas maupun gaji pengurus pesantren mampu diatur oleh perbendaharaan pesantren sendiri.
Segudang unit usaha itu diantaranya, ada bisnis kuliner, travel,
wedding, konveksi, rental, organik, air mineral, peternakan, marinasi, retail, dan properti.
Semangat Kiai Mahfudz dalam membuka unit-unit usaha baru bagi kemajuan Pesantren Riyadlul Jannah begitu tinggi. Dibuktikan dengan kegigihannya mengembangkan bisnis dengan mengundang para investor untuk memperluas cabangnya.
Bahkan Pesantren Riyadlul Jannah memiliki suatu badan perusahaan resmi yang diberi nama PT Rjan Dinamis Selaras (RDS). Kata 'Rjan' dalam adalah singkatan dari Riyadlul Jannah. PT RDS inilah yang menaungi seluruh aset usaha KH Mahfudz Syaubari.
Pesantren An Nur 1 MalangPesantren An Nur 1 Malang mendorong santrinya agar memiliki keterampilan wirausaha salah satunya dengan menggeluti dunia konveksi. Pesantren An Nur 1 Malang saat ini tidak hanya fokus dalam pendidikan agama saja, namun juga wirausaha.
Pesantren yang terletak di Kecamatan Bululawang Kab.Malang ini, mendorong para santri menjadi pengusaha dengan membukakan mereka toko-toko di pasar untuk latihan.
Bahkan di Pesantren An Nur I memiliki jurusan tata busana di SMK-nya jadi motor penggerak usaha konveksi An Nur. Selain melibatkan siswa-siswi tata busana SMK, usaha konveksi Pesantren An Nur I juga turut menggandeng para alumni.
Urusan pasar, konveksi Pesantren An Nur I sendiri memiliki jumlah santri sekitar 10 ribu yang sudah menjadi
captive market tersendiri.
(jqf)