LANGIT7.ID, Pontianak - Mat Hori, seorang tukang sapu jalanan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Perawakannya sederhana dengan kumis yang menyambung ke jenggot. Pria 48 tahun itu menjadi salah satu calon jemaah haji 1443 H/2022 M.
Perjuangan Mat Hori untuk berangkat ke Tanah Suci tak mudah. Berawal dari niat yang kuat, lalu mulai menyisihkan rupiah untuk mendaftar haji. Perjuangan pria paruh bayah itu tak sia-sia. Sebuah anugerah bisa diberangkatkan tahun ini.
Mat Hori terdaftar sebagai Pegawai Harian Lepas (PHL) di Dinas Lingkungan Kota Pontianak. Dia menyisihkan penghasilannya selama hampir 12 tahun sebelum mendaftar haji.
Sebelum menjadi tukang sapu jalanan, Mat Hori sudah melakoni banyak profesi jalanan. Salah satunya pengayuh becak. Dia bercerita, rupiah demi rupiah disisihkan saat Megawati Soekarnoputri masih menjadi presiden.
Baca Juga: Kisah Nyata Kuli Bangunan Bisa Naik Haji, Menabung Sejak Tahun 1980
“Dulu saya masih kerja menarik becak. Itu sebelum masa SBY. Sudah sisihkan uang,” kata Mat Hori, dikutip laman resmi Kemenag RI, Jumat (17/6/2022).
Bagi Mat Hori, nominal rupiah yang tak banyak bukan penghalang. Niat hati menyambut seruan ke Baitullah tak bisa dibendung. Setiap hari keringat jerih payah tak menyurutkan semangat mengumpulkan pundi-pundi rupiah.
Nasib baik bagi Mat Hori. Dia mendapat dukungan penuh dari sang istri. Di rumah, sang istri membantu berjualan makananan ringan. Dari penghasilan itu, keluarga tersebut bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Perjalanan hidup tak selalu mulus. 8 tahun lalu, becak mati suri di Kota Pontianak. Masyarakat lebih memilih roda dua atau roda empat sebagai alat transportasi. Namun, dia tak patah semangat. Segera Mat Hori beralih pekerjaan.
“Becak mati kutu. Saya pun Kerja apa saja. Termasuk jadi penyapu jalanan di Kota Pontianak,” tutur Mat Hori.
Sejak saat itu, Mat Hori melakoni profesi mulia sebagai penjaga kebersihan kota. Dia sudah turun ke jalan sejak pukul 05.00 pagi. Dia menyapu jalanan di sepanjang jalan raya Kota Pontianak kurang lebih tiga jam.
“Sebagai tukang sapu jalanan, saya ada penghasilan Rp1.540.000 setiap bulan. Itu sebagian saya sisihkan untuk berangkat haji,” kata Mat Hori.
Dua tahun tertunda akibat pandemi, Mat Hori bersyukur bisa mewujudkan mimpinya pergi ke Tanah Suci tahun ini.
“Alhamdulillah, akhirnya akan tercapai,” katanya.
Baca Juga: Cerita WNI Berhaji dari UK: Tak Ada Masa Tunggu dan Diprioritaskan Saat Ibadah Haji
Rencananya, Mat Hori akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 17 Juni 2022. “Alhamdulillah kita akan berangkat haji pada tanggal 17 nanti, hari Jumat,” ujarnya.
Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, Mi’rad, mengaku sangat terkesan dengan perjuangan Mat Hori. Dia menilai, hal tersebut merupakan salah satu bukti bahwa Allah akan membantu hamba-Nya yang bersungguh-sungguh memenuhi panggilan-Nya.
“Saya terkesan sekali ada salah satu jemaah haji kita yang berprofesi sebagai tukang sapu, dapat menunaikan ibadah haji, dapat dipanggil oleh Allah. Ibadah haji betul-betul Rahasia Allah,” kata Mi’rad.
(jqf)