LANGIT7.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo menjadi salah satu kandidat bakal Calon Presiden (Capres) yang mengemuka dalam Rakernas
Partai NasDem, pada Jumat (27/6/2022). Selain Ganjar Pranowo, ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Panglima TNI Andika Perkasa.
Menanggapi hal tersebut, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa dirinya saat ini masih menjadi kader
PDI Perjuangan. Dia menghormati Partai NasDem yang memasukkan namanya dalam bursa
capres dalam Pemilu 2024 mendatang.
Baca Juga: 3 Nama Bakal Capres 2024 Usulan NasDem: Anies, Andika dan Ganjar"Saya menghormati dan tentu saja berterima kasih. Tapi, setiap partai punya aturan termasuk PDI Perjuangan yang punya mekanisme, tata cara AD/ART. Untuk PDIP sudah jelas, ini hak prerogatif ketua umum," kata Ganjar di Puri Gedeh, Sabtu (18/6/2022).
Ganjar menjelaskan bahwasanya dia menaruh hormat kepada Ketua Umum PDIP,
Megawati Soekarnoputri. Ganjar menganggap Mega sebagai sosok orang tuanya di partai.
"Saya ini orang yang dididik sangat hormat kepada orang tua, maka saya menghorati orang tua termasuk orang tua saya di partai. Orang tua saya sekarang sudah tiada, sekarang orang tua saya ya Bu Mega," ujarnya.
Baca Juga: Sambangi Kediaman Prabowo di Kertanegara, Cak Imin: SilaturahmiGanjar menuturkan, Megawati sering memberikan briefing dan pengarahan kepada anak-anaknya, termasuk pada dirinya. Bahkan jika salah, putri Presiden pertama RI Soekarno tersebut tak segan memberikan peringatan dan teguran dengan keras.
"Kalau saya salah biasanya ya dijewer, diperingatkan. Hayo, awas kamu ya! Tapi kalau kita bisa menjalankan aturan dengan baik, tentu beliau juga akan senang karena anak-anaknya bekerja degan baik. Itulah saya sangat hormat dan regulasi-regulasi harus kita ikuti, termasuk saran beliau," ucapnya.
Seperti diketahui, Ganjar dikabarkan sedang tidak harmonis dengan elite PDIP di pusat. Pemicunya lantaran Ketua DPP PDIP Puan Maharani disebut-sebut juga akan mencalonan presiden dalam Pemilu 2024 mendatang.
Meski demikian, Ganjar belum memastikan apakah akan menggunakan kendaraan politik selain PDIP untuk menjadi kandidat calon presiden. Posisinya saat ini adalah kader PDIP dan tetap akan tunduk dan patuh dengan keputusan partai.
Baca Juga:
Cak Imin Pegang Tongkat Megawati, PKB: Kode Alam Jadi Presiden 2024
Momen AHY Jumpa Anies di Formula E Jakarta, Warganet: RI1 & RI2 2024(asf)