LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar Parenting dan Pendidikan Islam, Ustadz Mohammad Fauzil Adhim, mengkritik sistem pendidikan di Tanah Air yang belum mempresentasikan kata ‘pendidikan’ itu sendiri. Lebih spesifik dia menyoroti pendidikan Islam di sekolah-sekolah.
Menurut dia, banyaknya jam pelajaran tentang agama Islam tidak akan banyak berpengaruh terhadap keluhuran jiwa anak. Itu terjadi jika sikap takzim anak tersebut bukan diarahkan kepada agama, ilmu agama, maupun ahlinya.
“Ketika sekolah hanya memberi pengetahuan tentang Islam dan bukan pendidikan, maka banyaknya umur yang dihabiskan untuk belajar tidak mempengaruhi sikap dan keyakinan anak,” kata Fauzil di akun Facebook-nya, dikutip Senin (20/6/2022).
Baca Juga: Penting Diperhatikan Pendidik, Inilah Tujuan Sekolah
Fauzil mengatakan, banyak sekolah yang merasa sudah memberikan pendidikan Islam. Padahal, kata dia, sekolah itu hanya menjejali anak dengan pengetahuan tentang Islam.
“Sangat berbeda antara iman dan pengetahuan tentang iman. Jika anak hanya belajar tentang iman, tetapi tidak memperoleh penanaman dan pendidikan iman, bagaimana agama ini akan membekas pada diri mereka?,” tutur Fauzil.
“Betapa banyak sekolah yang mencantumkan label Islam, tetapi yang ditinggikan di dada mereka dan dipegangi dengan sungguh-sungguh bukanlah agama ini,” ungkapnya.
Sekolah-sekolah itu menyibukkan diri belajar dengan sungguh-sungguh terhadap perkataan-perkataan tentang agama yang disangka ilmu. Betapa banyak pengetahuan yang disangka ilmu, padahal bukan.
Baca Juga: Berhasil Didik Anak Beriman, Ini Kewajiban Orang Tua Selanjutnya
“Betapa banyak yang disangka teori pendidikan, padahal hanya wahm tentang pendidikan jika ditakar dari standar ushul fiqh,” ucap Fauzil.
Dia menegaskan, Islam tidak akan membekas dalam jiwa setiap anak jika sekolah memberitahu, bukan mendidik. Islam butuh pemahaman ilmu, bukan sekadar pengetahuan.
“Tidak peduli mereka belajar dimana, di tempat yang berlabel sekolah umum, sekolah Islam,
ma’had, kuttab atau apa pun namanya, Islam tidak akan membekas jika hanya menjadi sentuhan atau sekedar perspektif saja,” kata Fauzil.
(jqf)