Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Penting Diperhatikan Pendidik, Inilah Tujuan Sekolah

Muhajirin Jum'at, 06 Agustus 2021 - 09:34 WIB
Penting Diperhatikan Pendidik, Inilah Tujuan Sekolah
ilustrasi dua siswi di sekolah (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Dewasa ini banyak guru yang tidak memahami tujuan sekolah, sehingga mengajar ala kadarnya saja, tidak memusatkan perhatian pada pertumbuhan karakter anak. Padahal semestinya tidak demikian.

Pakar Parenting Ustadz Muhammad Fauzil Adhim menekankan bahwa tujuan sekolah semestinya bisa menjadi institusi yang berperan mendidik anak-anak bangsa.

“Kalau cuma pintar, tidak perlu sekolah. Kirim kursus saja. Jadi, kalau cuma keterampilan saja, atau saja kemampuan kognitif saja, tidak perlu sekolah. Karena itu, guru harus kembali mengetahui fungsi sekolah,” kata Ustadz Fauzil dalam webinar ‘pendidikan online untuk anak beradab’ melalui akun Youtube AQL Islamic Center, Kamis malam (5/8/2021).

Ada dua hal pokok yang menjadi tujuan sekolah, yakni pendidikan karakter dan kompetensi.

1. Pendidikan Karakter


Pemahaman tentang makna karakter masih banyak kerancuan. Kebiasaan pun dianggap karakter, seperti gemar membaca. Bahkan makna kebiasaan pun masih rancu. Banyak orang tidak bisa membedakan antara kebiasaan dan perilaku berulang. Kebiasaan berulang mudah ditemui, seperti siswa setiap hari diminta shalat dhuha. Perilaku berulang ini akan menjadi masalah jika tidak diikuti dengan internalisasi pada suatu kegiatan.

Misalnya anjuran shalat dhuha. Jika anak tidak ditanamkan sejak awal tentang ilmu dan iman, maka shalat dhuha hanya akan menjadi perilaku berulang saja. Suatu saat akan ditinggalkan jika tidak ada lagi kewajiban. Maka sudah pasti tidak akan menjadi kebiasaan, apalagi karakter.

“Anak tidak meyakininya sebagai sesuatu yang baik, anak bukan berlatih seperti itu, melainkan anak hanya diberi perlakuan saja. Maka ketika libur, libur juga. Itu bukan kebiasaan, itu perilaku berulang, kenapa baru sebentar libur sudah ditinggalkan juga,” ucap Ustadz Faizul.

Maka itu, hal yang perlu dibangun kembali adalah pembentukan karakter. Karakter adalah seperangkat sifat yang selalu dikagumi sebagai tanda-tanda kebaikan, kebajikan dan kematangan moral seseorang. Secara etimologi, istilah karakter berasal dari bahasa Latin character, yang berarti watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian dan akhlak.

2. Pendidikan Kompetensi


Kompetensi ini meliputi tiga ranah. Petama, life competence. Life competence ini terbagi menjadi dua, yakni personal competence dan social competence. Personal competence berkaitan dengan pribadi anak yakni cara mengenali emosi, cara menghadapi kekurangan dan kelebihan, termasuk cara mengolahnya. “Kalau personal competence bagus maka akan mudah memiliki social competence. Bagaimana dia berhubungan dengan orang lain, sehingga melahirkan kebaikan dan kemaslahatan yang tinggi,” ucap Ustadz Faizul. Kedua, academic competence. Ini bukan cuma kemampuan, academic competence ini terbagi menjadi dua yakni sikap belajar dan keterampilan belajar. Poin ini banyak menjadi masalah besar di lembaga pendidikan. Mudah ditemui guru-guru hanya melatih siswa mengerjakan soal menjelang ujian. Tidak ditanamkan sejak awal. Ini menyebabkan pelajaran akan sangat mudah dilupakan saat ujian berakhir.

“Ketiga, career competence, yang ini juga paling pokok, bukan hard skill. Hiruk-pikuk orang tua banyak yang membicarakan bakat, bukan malah menunjukkan kegelisahan orang tua untuk menumbuhkan muslim yang utuh dan kokoh, atau bagaimana mengembangkan career competence-nya, tapi orang tua gagap mengenai pendidikan dalam Islam, sehingga fardhu pada anak ditelantarkan dengan alasan bakat,” pungkas Ustadz Fauzil.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)