Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Agar Tetap Unggul, Pesantren Harus Siap Merespons Tantangan Zaman

Muhajirin Senin, 27 Juni 2022 - 11:51 WIB
Agar Tetap Unggul, Pesantren Harus Siap Merespons Tantangan Zaman
Santriwati Al-Furqon MBS Cibiuk (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Mudir Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Boarding School (MBS) Cibiuk Garut, Ustadz Yanto Asyatibie, mengatakan, pondok pesantren dituntut menyiapkan desain pendidikan yang memiliki relevansi dengan tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Hal itu dikarenakan warga Indonesia tengah mengalami transisi dari bangsa agraris menuju masyarakat Indonesia dan informasi. Maka itu, pondok pesantren tak sekadar tempat mempelajari Al-Qur’an, hadits, dan kitab-kitab berbahasa Arab.

Akan tetapi, pendidikan pesantren harus ditunjang dengan ragam pengetahuan umum, sehingga santri memiliki wawasan seimbang. Dengan adanya integrasi itu, santri dapat terus memegang teguh agama sekaligus bersaing dengan sehat di dunia luar.

“Ini menjadi tanggungjawab sekaligus tantangan, sebab di zaman sekarang cukup sukar menyiapkan kader yang memegang teguh agamanya sekaligus dapat bersaing sehat di luar sana. Kita harapkan santri Al-Furqon dapat menjadi cendekia-cendekia muslim,” kata Yanto, dikutip laman resmi Muhammadiyah, Senin (27/6/2022).

Baca Juga: Unik, Pesantren Sidogiri Sediakan Ribuan Sandal Umum agar Tak Ada Ghasab

Pesantren saat ini sedang menghadapi tantangan zaman. Maka, melakukan adaptasi dengan perkembangan zaman merupakan hal yang substansial sekaligus fundamental dalam dunia pesantren.

Atas dasar itu, kata Yanto, di lingkungan Al- Furqon para santri dibimbing sepanjang haru, dari urusan ibadah, akademik hingga akhlak. Bangun tidur pada dini hari, harus Beribadah hingga waktu sekolah tiba.

Sore hari, para santri disibukkan dengan berbagai kegiatan pondok, lalu mengaji dan belajar pada malam hari. Menurut Yanto, aktivitas harian santri itu tidak lazim dilakukan di lembaga pendidikan formal.

Dengan pola bimbingan seperti itu, Yanto berharap pesantren dapat menelurkan lulusan yang mempunyai pengetahuan luas, cakap dalam istinbath hukum, berakhlak baik dalam pergaulan sosial, bertakwa kepada Allah dan Rasul-Nya, dan memiliki intensitas ibadah yang baik. Sehingga, kelak mereka menjadi pemimpin dan pembimbing umat.

Yanto mengatakan, persaingan dunia saat ini sangat ketat.

“Persaingan dunia saat ini semakin ketat. Alhamdulilah banyak santri Al Furqon diterima di kampus-kampus bergengsi dengan jurusan eksak. Santri tidak hanya diajari ilmu agama tapi juga sains penopang kehidupan. Kolaborasi agama dan ilmu penting bagi mereka. Kita fasilitasi itu,” ujar Yanto.

Baca Juga: Waketum DMI: Santri Siap Hadapi Perubahan Masa Depan

Pada kesempatan tersebut, Yanto juga turut menyampaikan rasa hormat atas kepercayaan para orang tua wali menitipkan putra-putrinya di Al Furqon. Yanto meyakinkan jajaran wali santri bahwa semua kegiatan di pesantren, yang segalanya dilakukan dengan intensitas dan ritme yang tidak biasa, akan menjadikan santri sebagai insan yang kuat, disiplin, saleh, dan berwawasan cendekia.

“Terimakasih kepada orang tua yang sudah mempercayakan kepada pihak pondok pesantren untuk menggembleng ragam aspek seperti ibadah, moral, pengetahuan, dan kebijaksanaan,” tutur Yanto.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)