LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan bahwa sebagian besar masyarakat di Indonesia telah siap beralih ke teknologi televisi (TV) digital berdasarkan hasil survey internal Kominfo.
Direktur Jenderal Informasi dan Komuniksi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Kominfo, Usman Kansong menyampaikan hasil survei menunjukan bahwa lebih dari 60 persen masyarakat siap beralih dari TV analog ke TV digital.
"Mungkin sekarang kalau melakukan survei lagi, angkanya sudah meningkat. Perkiraan kami antara 70 sampai 80 persen. Artinya masyarakat sudah siap beralih ke teknologi televisi digital,” ujar Usman dalam keerangannya Senin (27/6/2022).
Baca juga: Siap-siap, Netflix, Instagram, hingga Facebook Bisa Diblokir Bulan DepanMenurutnya, untuk menunjang keberhasilan penghentian siaran TV analog atau analog switch off (ASO), pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak telah menyiapkan dukungan meliputi empat hal.
"Pertama dukungan infrastruktur berupa penyediaan multiplexing di
siaran digital, yang mampu menampung setiap siaran televisi yang bermigrasi ke digital dan menjangkau minimal 70 persen populasi dengan siaran TV digital," katanya.
Kedua, dukungan migrasi siaran TV analog ke digital, di mana Lembaga Penyiaran Publik (LPP) maupun Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) harus mengalihkan program siarannya ke multiplexing siaran digital.
“Jangan sampai ketika masyarakat siap bermigrasi, program siaran belum ada. Itu sudah dipastikan disiapkan oleh Lembaga Penyiaran Publik TVRI dan Lembaga Penyiaran Swasta,” ungkapnya.
Ketiga, dukungan penyediaan perangkat set top box atau STB agar mudah diperoleh di berbagai daerah dengan harga terjangkau, yang sekarang berkisar antara Rp150 ribu - Rp200 ribu.
"Sedangkan masyarakat yang termasuk dalam kategori rumah tangga miskin sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, akan diberikan secara gratis atau cuma-cuma," ujarnya.
Baca juga: Mulai 20 Juli 2022, Kominfo Blokir PSE Tak TerdaftarPihaknya berharap agar masyarakat yang tidak masuk dalam kategori miskin secara sukarela membeli set top box secara mandiri seharga Rp150 ribu - Rp200 ribu dari yang murah hingga yang paling mahal.
"Keempat adalah dukungan sosialisasi dan edukasi, agar masyarakat memahami manfaat TV digital kemudian secara sukarela bermigrasi ke sana," tuturnya.
Menurut Usman, dalam konteks sosialisasi itu Kementerian Kominfo menyelenggarakan acara webinar ASO secara rutin di berbagai daerah bekerjasama dengan komisi I DPR sebagai mitra melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Yang kami edukasi antara lain misalnya peralihan kita sudah terlambat. Kita di ASEAN saja terlambat apalagi di level dunia. Negara-negara ASEAN telah bersepakat untuk menyelesaikan migrasi dari siaran TV analog ke siaran TV digital pada 2020 lalu,” jelasnya.
(sof)