LANGIT.ID, Jakarta -
Dakwah Islam kepada umat harus disampaikan dengan baik, tidak konfrontatif atau menimbulkan pertentangan dan permusuhan. Apalagi sampai merendahkan agama lain.
Ketua PP
Muhammadiyah, Dadang Kahmad menegaskan, umat Islam tidak boleh berdakwah hingga konfrontatif. Sebaliknya, Islam memerintahkan umatnya untuk berdakwah secara santun.
“Dakwah silakan tapi jangan merendahkan. Karena itu setiap keyakinan yang oleh Rasulullah SAW tetap dijaga, tidak dihinakan,” kata Dadang dalam keterangannya, Selasa (28/6/2022).
Walaupun terkadan Islam juga menjadi korban dari konfrontatif, tapi menurutnya itu bukanlah hal baru. Pasalnya, Allah SWT dalam firman-Nya telah menjelaskan terkait masalah tersebut.
Baca Juga: Dakwah Bukan Hanya Ceramah di YouTube, tapi Menuntun JemaahSeperti yang ada dalam surat At-Taubah ayat 32 dan As-Shaff ayat 8. Di mana disebutkan bahwa kebencian yang diwujudkan (makar) terhadap Islam akan selalu ada.
"Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai." (QS At-Taubah: 32).
"Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya." (QS. As Shaff: 8).
Namun, meniru suri teladan Rasulullah, umat tetap perlu berdakwah dengan gaya santun dan tetap menjaga lisannya. Termasuk tidak menjelekkan kepercayaan, iman, atau ajaran agama selainnya.
“Maka janganlah menghina agama orang lain dalam konteks apapun. Kita juga harus berhati-hati untuk tidak menghina apapun, khususnya enam agama yang sah di Indonesia, karena itu tidak baik,” harapnya.
Seperti peringatan Allah dalam surat Al-An'am ayat 108, yang artinya: "Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka."
(bal)