LANGIT7.ID, Semarang - Allah SWT sangat membenci suami yang mudah menjatuhkan talak (cerai) kepada istrinya, seperti yang terkandung dalam Al quran Surat An-Nisa ayat 19, Allah SWT berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا۟ ٱلنِّسَآءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا۟ بِبَعْضِ مَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaulah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak."Cerai memang perbuatan yang tidak haram dan dibolehkan, tapi itu perkara yang dibenci. Seperti sabda Rasulullah SAW.
“Perbuatan halal yang sangat dibenci Allah SWT adalah thalaq (cerai) “. HR Abu Dawud dan Ibnu Majah.
Baca juga: Alasan Umat Islam Harus Semangat Kerja, Hukumnya Fardhu KifayahPsikolog RSUD dr Soetrasno Rembang, Dina Wahyunita mengatakan, ada empat faktor yang paling sering yang menjadi penyebab perceraian, di antaranya perselisihan terus menerus, ekonomi, salah satu pihak meninggalkan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau perselingkuhan.
Untuk menghindari perceraian, diperlukan penguatan ketahanan keluarga yang kuat, ini mencakup keuletan, ketangguhan kemampuan fisik, materiil dan mental dalam menghadapi dinamika kehidupan.
“Ketahanan keluarga ini berkembang secara dinamis. Pasangan bisa hidup dan bertahan dengan berbagai kondisi, yang dinamis serta serta memiliki sikap positif terhadap berbagai tantangan kehidupan,” ujarnya di Hotel Pollos, Rabu (29/6/2022) saat memberikan materi pusaka sakinah di hadapan Fatayat NU, dikutip Kamis (30/6/2022) dari laman Kemenag Jateng.
Berikut tips menjaga keutuhan rumah tangga dari Psikolog Dina Wahyunita :
Baca juga: Pondasi Finansial Kuat, Pakar Keuangan: Diskusi dengan Pasangan1. Kata-kata apresiasi. Misalnya adalah kata mesra, menyanjung pasangan. Kemudian juga memberikan motivasi, rayuan dan tak segan mengucapkan terima kasih kepada pasangan.
2. Waktu berkualitas Sesibuk apapun dalam urusan kerja, sempatkan waktu bercengkerama dengan pasangan. Melakukan kegiatan bersama, atau menghabiskan waktu bersama pada momen tertentu
3. HadiahMemberikan hadiah kepada pasangan, bisa menjadi bentuk perhatian nonverbal. Pada umumnya seorang perempuan ini merasa senang mendapatkan sesuatu barang dari suaminya.
4. Pelayanan Adalah memberikan bantuan pada pasangan, atau melayani hal-hal yang sederhana. Seperti pekerjaan rumah, membersihkan lantai maupun membantu dalam pekerjaan dapur istri. Ini bisa menjadi sarana bentuk perhatian kepada istri.
5. Sentuhan fisikBentuknya adalah sentuhan lembut, berupa usapan, pijitan, pelukan, bergandengan tangan dan lainnya. Namun demikian, tidak semua suami terbiasa dengan sikap romantis.. Jika demikian, bisa diawali oleh sang istri.
(sof)