LANGIT7.ID, Jakarta - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengungkap jasa besar
Tjahjo Kumolo terhadap Muhammadiyah saat masih menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada 2014-2019.
“Pak Tjahjo adalah seorang berjasa besar bagi Muhammadiyah,” tulis Mu’ti di akun Twitter-nya, Sabtu (2/7/2022).
Mu’ti mengungkapkan, saat menjabat Mendagri, Tjahjo pernah membantu Muhammadiyah terkait permasalahan akta pendirian organisasi yang tidak diakui pemerintah daerah (pemda).
Baca Juga: Tjahjo Kumolo Dimakamkan di TMP Kalibata, Upacara Dipimpin Mensesneg
Mu’ti menyampaikan permasalahan itu saat menghadiri acara pengajian yang dihelat Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani.
Dalam acara itu, Mu’ti duduk bersebelahan dengan Tjahjo. Dia lalu menyampaikan perihal Badan Hukum Muhammadiyah yang belum diakui pemerintah daerah.
“Kebetulan saat itu saya satu meja dengan Pak Tjahjo. Kepada Pak Tjahjo saya sampaikan bahwa badan hukum Muhammadiyah yang diterbitkan oleh Pemerintah Belanda tidak diakui oleh pemerintah Kabupaten dan Kota di Indonesia. Mereka meminta Akta Notaris Muhammadiyah,” tutur Mu’ti.
Mendengar keluhan tersebut, Tjahjo dengan sigap menunjukkan dukungan. Dia mengungkapkan, akta notaris tersebut sah dan berlaku. Dia lalu mengurus segala hal diperlukan.
Baca Juga: Kenang Tjahjo Kumolo, Puan Maharani Kehilangan Sosok Paman dan Mentor
“Mendengar keluhan saya, Mas Tjahjo dengan cepat menjawab, ‘tidak benar itu. Badan Hukum Muhammadiyah sah dan berlaku. Kedudukannya sama dengan badan hukum yang berlaku. Saya segera urus,” tutur Mu’ti menirukan respon Tjahjo.
Benar saja, hanya selang sepekan, Kemendagri menerbitkan surat yang menjelaskan badan hukum Muhammadiyah yang diterbitkan oleh Pemerintah Belanda adalah sah dan berlaku.
“Dengan terbitnya surat Mendagri Dalam Negeri tersebut, Muhammadiyah dan amal usaha tidak banyak mengalami kesulitan terkait badan hukum dan kerjasama dengan berbagai pihak,” ucap Mu’ti.
Baca Juga: Tiba di Indonesia, Presiden Jokowi Takziah ke Rumah Tjahjo Kumolo
Mu’ti lalu mendoakan, upaya tersebut bisa menjadi amal jariyah Tjahjo. Sebab, Tjahjo dianggap telah mempermudah gerakan dakwah Persyarikatan Muhammadiyah.
“Semoga menjadi amal Jariyah Pak Tjahjo. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan mendapatkan tempat di surga,” ucap Mu’ti.
Tjahjo Kumolo meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (1/7/2022). Pria yang berstatus Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat sore (1/7/2022).
(jqf)