LANGIT7.ID, Jakarta - Al-A'raf memiliki arti tempat tertinggi dan termasuk golongan surah assab uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Kandungan pokok dari surat ketujuh Al-Qur'an ini, yaitu larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk, kewajiban mengikuti Allah, dan Rasul.
Salah satu larangan Allah yang tertuang dalam Surah Al-A'raf adalah janganlah berlebih-lebihan. Sebab Allah SWT tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
Berikut tafsir surat Al-A'raf ayat 31:
يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ
Artinya: Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Baca Juga: Tafsir Surat As-Shaffat Ayat 102: Bersabar dalam KetaatanAda beragam perspektif dari para mufassir terhadap isi surat Al-A’raf ayat 31 mengenai makna berlebih-lebihan.
Menurut Tafsir Al-Muyassar Kementerian Agama Saudi Arabia, Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas kewajaran dan melampaui batas dalam makanan dan minuman dan hal lainnya.
Senada, Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di berpandangan bahwa berlebih-lebihan bisa dengan melampaui batas kemewahan dalam makan, minum dan berpakaian, dan bisa pula dengan melampaui batas yang halal kepada yang haram.
Baca Juga: Menuju Milad ke-14, Ini Sepak Terjang AQL di Dunia Tadabbur Qur`anSebagian ulama Salaf mengatakan bahwa Allah menghimpun semua kebaikan dalam ayat ini, yaitu firman-Nya:
{وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا}
Imam Bukhari mengatakan, Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud ialah makanlah sesukamu dan berpakaianlah sesukamu selagi engkau hindari dua perkara, yaitu berlebih-lebihan dan sombong.
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul A'la, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Saur, dari Ma'mar, dari Ibnu Tawus, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, "Allah menghalalkan makan dan minum selagi dilakukan dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak untuk kesombongan." Sanad asar ini berpredikat sahih.
Nah sahabat Langit7, tafsir di atas menyatakan bahwa dalam setiap hal manusia tidak boleh berlebihan. Maka janganlah kita termasuk dari orang-orang dalam golongan tersebut.
Karena perbuatan berlebihan yang melampaui batas selain merusak dan merugikan, juga Allah tidak menyukainya. Setiap pekerjaan yang tidak disukai Allah, kalau dikerjakan juga, tentu dapat mendatangkan bahaya dan murka-Nya.
Baca Juga: Bantah Gaji Pimpinan 250 Juta, Presiden ACT Pertanyakan Sumber Data Tempo(zhd)