LANGIT7.ID, Jakarta - Idul Adha 1443 Hijriah jatuh pada Ahad, 10 Juli 2022. Meskipun bentuk pengorbanan sudah ada sejak Nabi Adam, namun syariat kurban bermula dari peristiwa pengorbanan Nabi Ismail 'Alaihis salam.
Kisahnya bermula dari mimpi Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya, Ismail. Maka Nabi Ibrahim pun menyampaikan mimpinya tersebut kepada anaknya.
Allah mengabadikan percakapan Nabi Ibrahim dengan Ismail dalam Al-Qur'an, surat As-Shaffat ayat 102:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: "Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”
Baca Juga: Tausiah Ahad Pagi: Menatap Idul Qurban dengan TakwaNabi Ismail langsung menyanggupi permintaan ayahnya ketika ia tahu bahwa pengorbanan tersebut merupakan perintah Allah. Pada sisi lain, Nabi Ibrahim sedang menghadapi ujian yang sangat berat karena akan menyembelih putranya.
Kemudian ketika Nabi Ibrahim hendak menyembelih anaknya dan kedua-duanya sudah menyerahkan dirinya kepada Allah, maka Allah menghadiahi Ibrahim dengan menggantikan putranya menjadi seekor hewan ternak yang besar.
Firman Allah dalam surat As-shaffat ayat 107:
وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ
Artinya: "Kami menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar."
Hikmah Pengorbanan Keluarga Ibrahim Setiap muslim dapat memetik hikmah atas keteguhan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail dalam prosesi pengorbanan. Keduanya sama-sama sedang menghadapi ujian yang sangat berat, tapi mampu melewatinya karena bersandar kepada Allah.
Surat As-Shaffat ayat 108:
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
Artinya: "Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,"
Allah memberikan penghargaan kepada Ibrahim bahwa Dia memberikan salam sejahtera kepadanya. Salam sejahtera untuk Ibrahim ini terus hidup di tengah-tengah umat manusia bahkan juga di kalangan malaikat.
Baca Juga: Tafsir Al Maidah Ayat 27: Allah Hanya Terima Kurban Orang yang BertakwaKemuliaan Nabi Ibrahim tak lepas dari keberhasilan pendidikan dalam keluarga, termasuk pendidikan akidah. Bahkan jauh sebelum memiliki anak, Nabi Ibrahim senantiasa berdoa agar dikaruniai buah hati yang saleh.
Surat As-Saffat ayat 100:
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Artinya: (Ibrahim berdoa,) “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”
Permohonan Nabi Ibrahim ini diperkenankan oleh Allah. Kepadanya disampaikan berita gembira bahwa Allah akan menganugerahkan kepadanya seorang anak laki-laki yang punya sifat sangat sabar.
Baca Juga: Perbedaan Waktu Idul Adha, Ikut Pemerintah atau Arab Saudi(zhd)