LANGIT7.ID, Jakarta -
Habib Dr. Abdurrahman Al-Habsyi turut memeriahkan peringatan milad pertama
LANGIT7.ID yang bertajuk '365 Hari Bertabur Kebaikan' di Slipi, Jakarta, Kamis (7/7/2022).
Menurut Habib Abdurrahman, hal utama yang mesti dilakukan seorang hamba saat merayakan hari bahagia adalah memanjatkan puji syukur kepada Allah Ta’ala. Segala sesuatu di alam semesta merupakan pemberian-Nya.
“Maka pujian utama pada ulang tahun ini adalah pujian kepada Allah, kita bisa berdiri karena kekuatan yang Allah berikan kepada kita,” kata Habib Abdurrahman dalam tausiyahnya.
Tak sampai pada rasa syukur saja. Pencapaian hari ini harus disertai usaha lebih maksimal untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas. Dari usaha itulah Allah akan mengganjar dengan rezeki yang tak diduga-duga.
Baca Juga: Kesyukuran 365 Langit7, Muhammad Ali: Gaungkan Semangat Good Journalism
Habib Abdurrahman mencontohkan kisah Siti Hajar saat berlari dari Shafa ke Marwa mencari air untuk bayi Ismail. Hajar terus berusaha meski tahu mustahil menemukan sumber air di tengah gurun pasir.
“Kisah Hajar mencari air untuk Ismail bisa jadi inspirasi kita. Kenapa shafa dan marwah? shafa artinya kesucian, marwah artinya kemuliaan. Hajar melakukan sa'i artinya usaha. Filosofinya kalau kita mau berusaha, maka lakukan cara-cara shafa yang suci, maka nanti akan berakhir pada marwah atau kemuliaan,” kata Habib Abdurrahman.
Usaha Hajar membuahkan hasil, setelah tujuh kali bolak-balik shafa dan marwah, Allah memberikan hasil tak terduga-duga. Air tak keluar di shafa dan marwah, tapi di kaki bayi Ismail.
“Dia (Hajar) mendapatkan hasilnya. Hasilnya bukan di shafa dan marwah. Tapi muncul tepat di bawah kaki mungil Ismail. Jadi di bawah ka’bah itu oase besar. Jadi, Allah ingin tunjukkan, yang dilihat itu usaha, hasilnya urusan Allah,” ucapnya.
Hikmah paling penting dalam peristiwa sa'i Siti Hajar adalah tetap berusaha dengan mengikuti aturan ilahiyah. Dia yakin Allah pasti akan memberikan hasil terbaik Jika terus berusaha.
“Kalau kita jalan mengikuti apa yang menjadi aturan ilahiyah. Insya Allah kita akan mendapatkan kemenangan. Harus yakin,” ucapnya.
Nabi Ibrahim
Alaihissalam pun melakukan hal serupa. Suatu ketika Nabi Ibrahim datang ke Istana Raja Namrud. Dia meminta gandum untuk masyarakat yang tengah kelaparan. Tapi Ibrahim dianggap berseberangan, sehingga tak diberikan gandum.
Baca Juga: Portal LANGIT7.ID Go Live 7/7, Memberi Inspirasi Menuju Kebaikan
“Lalu, Namrud kasih satu karung berisi pasir. Namun Ibrahim tetap bawa dan dipikul. Di tengah jalan, Pasir itu berubah gandum. Saat sampai, dibuka, ternyata gandum. Allah melihat usahanya Nabi ibrahim, hasilnya Allah yang berikan,” tutur Habib Abdurrahman.
Dalam ajaran Islam dikenal istilah jihad. Jihad tak mesti beradu fisik di medan laga. Tapi, sikap al-juhdu yang merupakan asal kata jihad yang berarti bersungguh-sungguh, harus dibawa pada setiap tindakan dan perbuatan. Dengan begitu, setiap usaha akan bernilai pahala di sisi Allah Ta’ala.
“Insya Allah dengan begitu,
LANGIT7.ID, beritanya tidak hanya membumi, tapi juga melangit,” pungkas Habib Al-Habsyi.
(jqf)