LANGIT7.ID - Berpuasa pada
hari Arafah atau 9 Dzulhijjah merupakan salah satu amalan yang memiliki banyak keistimewaan. Terlebih jika dipungkasi dengan shalat di hari raya Idul Adha pada 10 Dzulhijjah.
Rasulullah bersabda, “Puasa
hari Arafah, saya berharap kepada Allah, dapat menghapus (dosa) setahun sesudahnya dan setahun sebelumnya.” (HR At-Tirmidzi).
Dekan Urusan Akademik di Al-Maghrib Institute, Syekh Abu Ammar Yasir Qadhi, mengungkapkan bahwa
hari Arafah adalah hari terbaik sepanjang tahun.
"
Hari Arafah, seperti yang dikatakan Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Hibban, hari terbaik dalam setahun adalah
Hari Arafah. Jadi pastikan bahwa Anda memanfaatkan hari itu, dan pastikan Anda membuat banyak takbir, dan banyak do`ā, dan banyak dzikir," kata Syekh Yasir Qadhi di akun Twitter-nya, Sabtu (9/7/2022).
Baca Juga: Bolehkah Puasa Arafah Tak Bareng dengan Waktu Wukuf? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat
Di antara keutamaan
hari arafah adalah, hari di mana Allah memilih menurunkan ayat agung dalam Al-Qur’an.
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS Al-Maidah: 3)
Hari Arafah juga adalah hari bersumpah dan menyebut hari ini sebagai hari ‘bersaksi’. Allah Ta’ala berfirman, “
وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍۗ
“Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan.” (QS Al-Buruj: 3)
Ibnu Abbas berkata, "
Syahid adalah hari Jumat, dan '
masyhid' adalah hari Arafah.”
Syekh Yasir Qadhi menyebut tahun ini, hari Arafah sangat istimewa karena jatuh tepat pada hari Jumat. Dua hari yang sangat mulia dalam Islam. Maka, Jumat menjadi saksi bagi orang-orang yang mengerjakan amal kebaikan, dan Arafah menjadi hari yang disaksikan dan diamati oleh Allah serta para malaikat.
“Ini adalah hari Haji dan inti dari haji. Nabi bersabda, ‘Haji adalah Arafah,’ artinya semuanya tentang hari itu. Ini adalah hari yang puasanya menghapus dosa-dosa kecil setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya,” kata Syekh Yasir Qadhi.
Pendakwah di Amerika Serikat itu mengatakan, hari Arafah adalah hari di mana Allah mengambil Perjanjian (
mītsāq) dari Nabi Adam dan anak-anaknya. Hari ini pula Allah menerima taubat Nabi Adam AS.
Hari Arafah juga adalah hari pengampunan dan pembebasan dari neraka jahannam. Dalam hadits disebutkan, tidak ada satu hari pun yang lebih banyak orang diampuni atau diselamatkan dari Jahannam daripada hari Arafah.
Baca Juga: 1 Juta Jemaah Kumpul di Arafah, 51 Jemaah Dibadalhajikan
“Ini adalah Hari dimana Syaiṭān sendiri merasa paling terhina dan hina saat dia melihat rahmat Allah turun. Ini adalah Hari dimana Allah turun ke langit yang lebih rendah, dan membanggakan para malaikat tentang para peziarah, dan mengabulkan setiap keinginan mereka,” jelas Dr. Yasir Qadhi.
Maka itu, Dr Yasir Qadhi mengimbau seluruh umat Islam untuk memperbanyak dzikir dan doa pada hari Arafah. Di antara dzikir yang mulia dilantunkan adalah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Semoga Allah memberkati kita pada Hari Arafah dan mengampuni dosa-dosa kita!” pungkasnya.
(jqf)