Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Tips Agar Pasien Isoman Cepat Sembuh, Perhatikan Ventilasi Udara

fajar adhitya Ahad, 08 Agustus 2021 - 09:20 WIB
Tips Agar Pasien Isoman Cepat Sembuh, Perhatikan Ventilasi Udara
Pasien Covid-19 isoman cepat sembuh bila kondisinya tidak memburuk. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri atau isoman bisa cepat sembuh bila kondisi di rumah sehat. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan di antaranya sirkulasi udara di tempat tersebut.

Berikut sejumlah tips agar pasien isoman bisa cepat sembuh:

1. Tanpa Sesak Nafas

Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri merupakan mereka berstatus tanpa gejala atau gejala ringan, seperti demam. Namun bila mengalami sesak, pasien harus segera mendapat perawatan intensif.

Sesak nafas bisa dideteksi melalui hitung nafas, normalnya 16-20 kali per menit. Saat napasnya terhitung di atas 24 kali per menit, sudah dianggap mengalami sesak. Cara kedua melihat kondisi tersebut dengan oksimeter.

Alat untuk mengukur saturasi oksigen ini umumnya orang normal menunjukkan angka 95-100 persen. Di bawah itu sudah masuk gejala sesak nafas. Disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapat penanganan medis.

2. Perhatikan Ventilasi Udara

Dari sisi fasilitas, pasien sebaiknya berada di ruangan sendiri dengan ventilasi udara baik di rumah. Rekomendasi ini untuk memungkinkan udara segar dan bersih masuk sebanyak mungkin, caranya dengan membuka jendela rumah.

Jika ini tidak memungkinkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan pasien perlu ditempatkan pada bagian rumah tertentu dan pergerakannya di sekitar rumah harus dibatasi.

3. Pastikan Bukan Penderita Komorbid

Virus corona, khususnya varian delta terbukti dapat meningkatkan keparahan sehingga berpotensi besar menyebabkan kematian. Karena itu pasien yang menjalani isoman dipastikan bukanlah mereka yang memiliki komorbid.

Mereka yang memiliki penyakit penyerta, termasuk pasien lansia sebaiknya menjalani perawatan di rumah sakit atau di tempat isolasi terpusat yang disediakan pemerintah, sehingga kondisinya mudah dikontrol.

4. Jangan Tunggu Parah

Sebagian besar pasien Covid-19 baru akan mendatangi fasilitas kesehatan setelah kondisinya memburuk. Penanganan yang terlambat menyebabkan potensi kematian tinggi. Justru saat pasien baru mengalami gejala ringan atau sedang, harus mendapat arahan dan pengawasan langsung tim medis.

Salah satu penyebab tingginya angka kematian yakni hoaks yang beredar di masyarakat. Hal ini membuat mereka enggan memeriksakan kondisinya ke puskesmas atau ke rumah sakit. Alasannya takut di-covid-kan.

5. Obat dan Asupan Nutrisi

Selama melakukan isolasi mandiri, pasien perlu mendapatkan asupan makanan bernutrisi dan obat-obatan sesuai gejala untuk membantu pemulihannya. Pastikan dosis dan cara minum obat yang tepat agar tidak memunculkan penyakit lainnya semisal sakit lambung.

Selain obat, pasien juga perlu mendapatkan asupan vitamin C cukup. Ada beberapa pilihan, yakni yang sifatnya non-acidic tiga kali sehari satu tablet (500 mg) selama dua pekan.

Bisa juga vitamin C tablet isap dua kali sehari satu tablet (500 mg) selama sebulan atau multivitamin mengandung vitamin B, C, E dan zink dua tablet sehari (satu bulan). Vitamin lainnya yakni vitamin D satu kali sehari satu tablet 400-1000 IU.

Sumber: Antaranews

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)