LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap keluarga memiliki dinamika tersendiri dalam menjalankan kehidupan. Dalam konteks mengasuh anak setiap orang tua memiliki pola yang berbeda.
Menurut psikolog anak dan remaja, Grace E. Sameve setiap orang tua baik ayah maupun ibu memiliki peran penting dalam mengurus sang
buah hati. Namun, peran yang dimainkan antar keduanya bisa beragam dan dapat berubah sesuai dengan situasi.
Baca juga: Pola Asuh Zaman Dulu vs Zaman Now, Apa Bedanya?"Misal sang ibu merupakan wanita karir yang memiliki banyak pekerjaan. Sang ayah yang pada saat itu lagi senggang dapat menggantikannya untuk mengurus rumah dan anak. Kedua
orang tua perlu saling mendukung dan melengkapi," tegas Grace dalam webinar bertajuk "Mandiri atau Bersama? Mengenal Peran Orang Tua & Keluarga Mengasuh Anak" Senin (18/7/2022).
Akan tetapi, lanjut dia ada beberapa kondisi yang memang perannya tidak bisa ditukar. Seperti saat usia kandungan, ayah tidak bisa menggantikan. Lalu, waktu
melahirkan dan lainnya.
Tetapi jika peran seperti mengganti popok, membantu pekerjaan rumah saat anak usia sekolah, ayah juga dapat melakukannya.
"Nah, itu kenapa dalam beberapa kondisi peran yang digunakan dapat berubah-ubah. Tapi yang menjadi kunci yakni adanya kerjasama tim antar keduanya," katanya.
Lebih lanjut, Grace menjelaskan ada beberapa hal dapat mendukung
tumbuh kembang anak. Pertama, kehangatan seperti memberikan kasih sayang dan perhatian, sehingga membuat anak tahu bahwa mereka disayang tanpa syarat.
Baca juga: Teladani Rasulullah, Ini 7 Pola Asuh Islami yang Bisa DiterapkanSelanjutnya, batasan atau kendali. Selain memberikan kehangatan, orang tua juga harus memperkenalkan batasan atau kendali karena anak-anak umumnya belum mengetahui kapan harus berhenti atau memulai. Batasan tersebut membutuhkan panduan orang tua atau orang dewasa.
Berikutnya, memberi contoh. Salah satu cara anak dalam belajar adalah meniru atau mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tua kepadanya. Jika ingin anak bertumbuh dengan baik, orang tua wajib memberikan contoh yang baik pula.
"Terkadang kita bingung anak setiap hari selalu teriak-teriak padahal kita sudah menyuruhnya biasa saja. Yang dilupakan orang tua, mungkin pada saat memberi tahu anak, kita juga sambil teriak makanya mereka mengikutinya," ucap Grace.
Kemudian, memberikan dukungan. Ini merupakan tugas yang susah-susah gampang, sebab banyak orang tua terkadang bingung sampai mana batasan yang harus mereka lakukan dalam mendukung anak.
Baca juga: Hubungan Suami Istri di Masa Lalu Pengaruhi Pola Asuh pada Anak"Misal dalam memberikan mereka kebebasan untuk
mengeksplorasi diri. Nah, dukungan ini sebenarnya sangat penting, di mana kita memberikan anak kesempatan untuk mencoba. Tapi jika merasa mereka tidak mampu atau sudah melewati batas wajar, maka kita sebagai orang tua bisa membantunya atau memberitahunya," pungkas Grace.
(est)