LANGIT7.ID - , Jakarta -
Berhias merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang terutama wanita untuk memperindah diri agar enak dipandang. Dalam Islam, berhias tidak bisa dilakukan secara sembarangan, ia memiliki adab tersendiri.
Merujuk dari akun Instagram Make Up Syar'i @ayundariresya, ada tiga adab berhias bagi wanita menurut Islam. Pertama, berhias boleh dilakukan asalkan tidak menyerupai laki-laki.
Baca juga: 3 Langkah Cerdas Make Up Anti Ribet di Waktu yang MepetSeperti dijelaskan dalam hadits riwayat Abu Daud, "Sesungguhnya Rasulullah melaknat seorang wanita yang menyerupai laki-laki".
Selanjutnya, akun tersebut menjelaskan jangan menghilangkan sebagian atau seluruh alisnya, dan mengikir sela-sela giginya. Selain itu, men-
tato tubuh juga tidak diperbolehkan.
Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, "Allah melaknat wanita yang mentato bagian-bagian dari tubuh dan wanita yang meminta untuk ditato, wanita yang mencukur seluruh atau sebagian alisnya dan wanita yang meminta untuk dicukur alisnya, serta wanita yang mengukir sela-sela gigi depannya untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah SWT."
Ada berikutnya adalah larangan melakukan
tabarruj. Allah menyebut kata tabarruj dalam surat Al-Azhab ayat 33.
Baca juga: Bubah Alfian: Make Up Warna Terang Bakal Jadi Tren Tahun 2022”Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33).
Tabarruj berasal dari kata Al-burj yang artinya berlebihan. Arti berlebihan di sini menunjukkan perhiasan dan kecantikan diri, seperti
makeup yang terlalu tebal, menunjukkan leher, dada dan lekuk tubuh lainnya.
Dalam Fathul Qadiir karya asy-Syaukani, Imam asy-Syaukani berkata,
"At-Tabarruj adalah dengan seorang wanita menampakkan sebagian dari perhiasan dan kecantikannya yang (seharusnya) wajib untuk ditutupinya, yang mana dapat memancing syahwat (hasrat) laki-laki."
Baca juga: 3 Tahapan untuk Calon Pengantin Jelang Pernikahan di KUA(est)