LANGIT7.ID, Jakarta - Bulan Muharram memiliki sejumlah keutamaan dan kemuliaan. Ada sejumlah alaman yang dapat dikerjakan bagi ummat Islam pada waktu tersebut, di antaranya berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
Keutamaan Bulan Muharram ditafsir oleh para ulama masuk sebagai salah satu bulan empat bulan haram mengacu pada firman Allah: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram." (Q.S. At-Taubah ayat 36)
Di antara 12 bulan tersebut, ada empat yang disebut sebagai bulan haram, di antaranya Muharram, Zulkaidah, Zulhijah dan Rajab. Karena itulah, bulan yang merupakan awal tahun bagi ummat Islam ini memiliki banyak keutamaan dan kemuliaaan.
Berikut amalan-amalan yang dapat sahabat
Langit7 lakukan saat bulan Muharram:
1. Perbanyak amal shalihDi bulan Muharram kita dianjurkan banyak-banyak melakukan amal shalih, di antaranya membaca Al Quran, berdzikir, puasa, shadaqah dan amalan shalih lainnya.
2. Memperbanyak PuasaAda dua waktu dianjurkan berpuasa di bulan Muharram. Hal ini berdasarkan hadist dari Rasul. Abu Hurairah berkata jika Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim)
Hari Asyuro merupakan hari yang selalu dijaga keutamaannya oleh Rasulullah seperti dalam hadits Ibnu Abbas di mana beliau berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam begitu menjaga keutamaan satu hari di atas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (yaitu hari Asyuro) dan bulan yang ini (yaitu bulan Ramadhan)." (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah sudah bersabda jika seseorang yang melaksanakan puasa di sunnah Asyuro yakni di tanggal 10 Muharram akan mendapat pahala penebus dosa selama setahun yang sudah berlalu
Selisihi Orang Yahudi Dengan Puasa Tasu’aRasulullah menambah satu waktu bagi ummat Islam menjalankan puasa di bulan Muharram. Selain tanggal 10, Nabi juga menganjurkan kita berpuasa di tanggal 9. Tujuannya untuk menyelisihi puasa orang-orang Yahudi dan Nasrani.
Ibnu Abbas mengatakan saat Rasul berpuasa Asyuro dan menganjurkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani".
Maka beliau bersabda: "Kalau begitu tahun depan InsyaAllah kita akan berpuasa juga pada hari kesembilan (Tasu'a, untuk menyelisihi Ahli kitab)". Ibnu Abbas berkata, "Belum sampai tahun berikutnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat."
(bal)