LANGIT7.ID, Jakarta -
Produk halal memiliki potensi yang besar serta menarik minat kalangan masyarakat non-muslim. Industri tersebut juga diminati negara-negara sekuler.
Public Relation Halal Study Center NU
Universitas Indonesia, Sugeng Priyono mengatakan,
produk halal dilirik karena adanya standar mutu.
"Makanya penting untuk syiar soal produk halal kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk di ruang digital," kata Sugeng dalam keterangannya, Kamis (21/7/2022).
Baca Juga: Permintaan Produk Halal di Negara Non-Muslim Naik selama PandemiDia juga meminta agar masyarakat Indonesia yang merupakan populasi muslim terbesar di dunia tidak hanya berperan sebagai konsumen.
Warga, khususnya pelaku usaha bisa terlibat lebih dalam. Salah satunya memanfaatkan peluang dengan meramaikan pasar halal sebagai produsen.
"Produk halal itu menjadikan nilai tambah bagi produk makanan, minuman, barang, fashion, dan juga wisata," katanya.
Trainer Halal Study Center NU Universitas Indonesia, Abdul Qodir menilai, dakwah digital produk halal bisa dengan mudah dilakukan, karena dukungan media yang kini cukup beragam.
"Media tersebut berfungsi untuk menampilkan produk-produk halal yang sudah mendapatkan sertifikat halal," ujar dia.
(bal)