Ustaz Fatahillah: Didikan Keras Orang Tua Buat Saya Cinta Dakwah
Fifiyanti AbdurahmanSabtu, 09 Juli 2022 - 06:02 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap orang tua memiliki cara sendiri dalam mendidik anak. Ada anak yang dapat tumbuh dengan baik melalui didikan lembut, tetapi ada juga dengan didikan keras.
Direktur Rumah Sehat (RS) Herba Center Ustaz Ahmad Fatahillah merupakan salah satu contoh anak yang tumbuh dari didikan keras orang tua.
Namun, Ustadz Fatahillah bisa mengambil hikmahnya sekarang. Didikan orang tuanya yang keras dan kental agama membuat dirinya tumbuh menjadi pribadi yang cinta berdakwah.
"Alhamdulillah orang tua dari sejak kecil menggembleng untuk selalu mendengarkan pengajian, mengaji dengan ustazd-ustadz, disuruh ke madrasah, lalu selalu dibangunkan untuk shalat terutama shalat subuh berjamaah dan alhamdulillah akhirnya jadi seperti ini. Saya jadi cinta untuk dakwah terus," ujar Ustaz Fatahillah dalam acara Apakabar Ustadz? di Langit7, dikutip Selasa (5/7/2022).
Di samping itu, gemblengan orang tuanya membuat Ustadz Fatahillah aktif di berbagai kegiatan kepemudaan Muhammadiyah, remaja masjid dan lainnya. Lantaran itu, ia pun kemudian banyak mengenal tokoh-tokoh agama seperti Mohammad Natsir, A.M Fatwa dan lainnya.
Dari merekalah, pria kelahiran 1967 itu belajar bagaimana menjadi juru dakwah. Dan mengetahui bahwa dunia dakwah penuh risiko.
"Ketika digembleng oleh Mohammad Natsir, beliau bilang, 'Kalian sudah siap belum jadi juru dakwah? Ingat, juru dakwah itu harus tahan uji dan kuat mental'," cerita Ustaz Fatahillah.
"Dulu saya tahu, A.M Fatwa saat ceramah di Kemayoran itu banyak risikonya. Bahkan, ketika saya jemput beliau sempat kena pisau sehingga ada beberapa jahitan di sekitar wajahnya," katanya.
Singkat cerita, Ustadz Fatahillah tumbuh dewasa dan bertemu dengan tokoh-tokoh agama hebat di Indonesia. Ustaz Fatahillah pun belajar dari mereka, hingga akhirnya bisa menjadi seperti sekarang.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”