LANGIT7.ID, Jakarta -
Konten kreator disebut menjadi profesi masa depan. Alasan ini dikuatkan dengan semakin berkembangnya teknologi digital, terutama saat pandemi Covid-19.
CEO and co-founder of Lumanu, Tony Tran, mengatakan saat ini ada banyak platform
media sosial yang mendukung penggunanya untuk mengunggah berbagai konten menarik.
Mereka tertarik melakukannya karena memang ada embel-embel penghasilan yang didapat, seperti adsense YouTube, endorse Instagram, maupun gift.
Baca Juga: Ide Bikin Channel YouTube, 5 Tips Jadi Konten Kreator PemulaDilansir entrepreneur.com, berikut dijabarkan Tony, alasan konten kreator bisa menjadi pilihan profesi masa depan:
1. Percaya diri yang kuatKesuksesan dalam wirausaha, termasuk sebagai pekerja kreatif salah satunya didapatkan dari keyakinan dan rasa kepercayaan diri yang kuat.
Menjadi konten kreator memaksa para pengguna media sosial untuk memiliki sifat positif ini. Mereka akan didorong untuk memiliki kemampuan berbicara di depan layar kamera dan khalayak ramai.
Inilah alasan menjadi konten kreator mulai banyak dilakukan orang. Apalagi, mereka berupaya semaksimal mungkin mengembangkan channelnya dengan cara dan strategi sendiri.
2. Adaptasi kuatPandemi Covid-19 menjadi bukti nyata orang mulai beralih ke dalam dunia digital. Mereka tidak hanya menjadi penikmat konten, tapi mulai memberanikan diri menjadi konten kreator.
Adaptasi terhadap perkembangan zaman ini yang membuat mereka mampu bertahan di tengah krisis. Bahkan tidak jarang channel mereka berkembang saat pandemi sedang berada di puncaknya.
Dengan fenomena ini, banyak masyarakat lebih bisa mandiri untuk menghidupi perekonomian keluarganya. Peralihan sudut pandang pekerjaan juga mulai tampak, di mana sebagian masyarakat lebih memilih untuk menjadi konten kreator.
3. Gairah baruKonten kreator dituntut untuk terus berkreasi dan berinovasi. Hal ini memberikan gairah baru bagi pembuat konten maupun penikmatnya.
Gairah ini juga berkenaan dengan tren. Di mana seorang konten kreator yang aktif akan terus mengembangkan channelnya.
Bahkan tidak jarang mereka mulai menggunakan banyak platform media sosial. Baik itu untuk mengunggah hasil karyanya, maupun memanfaatkan platform media sosial untuk promosi sebuah produk.
(bal)