LANGIT7.ID, Jakarta - Kebab
Baba Rafi yang dikelola oleh PT Sari Kreasi Boga Tbk baru saja melakukan penawaran umum saham perdana (
Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Babarafi melepaskan 948,09 juta saham atau 30,31% dari total saham perusahaan dengan kode emiten RAFI.
Padahal sebelumnya,
Baba Rafi sempat hampir bangkrut. Salah satu upaya Baba Rafi memperbaiki perusahaan adalah memperbaiki budaya kerja. Presiden Direktur (Presdir) PT Sari Kreasi Boga Tbk, Eko Pujianto, menanamkan nilai-nilai Islam dalam budaya sikap dan budaya kerja di perusahaan. Dia menyebut budaya sikap ada lima poin, dan budaya kerja ada enam poin.
“Di dalam budaya sikap, yang paling utama, kita harus religius. religius, seperti shalat lima waktu. Kalau di perusahaan, harus religius. Makanya, saat waktu shalat, semua harus shalat. Makanya, ada yang sebelumnya tidak pernah shalat, terpaksa shalat,” kata Eko kepada LANGIT7.ID, Jumat (22/7/2022).
Baca Juga: Kisah Baba Rafi Pernah Hampir Bangkrut, Kini Melantai di Bursa Saham
Eko telah mensosialisasikan budaya sikap dan budaya kerja tersebut sejak awal. Saat wawancara kerja, pihak perusahaan memaparkan budaya tersebut kepada calon karyawan. Jika bersedia, maka akan direkrut ke dalam tim. Jika tidak, maka akan dipangkas lebih awal.
“Jadi, di awal saat wawancara kerja kita paparkan semua. Budaya sikap, pertama religius, kedua integritas. Begitu orang itu, Sudah
cancel, ya sudah. Kalau mau lanjut, kita terima. Tapi memang
value perusahaan itu kita tanamkan,” ucap Eko.
Poin religius itu memiliki beberapa turunan. Di antaranya berdoa sebelum memulai kerja. Setiap divisi harus berkumpul lalu berdoa bersama-sama sebelum beraktivitas. Kedua, semua insan perusahaan diwajibkan shalat saat berada di perusahaan.
“Untuk mempererat silaturahmi kita ada yasinan setiap kamis sore menjelang pulang kantor. itu rutin kita lakukan, sama ada yang tausiah, Kadang dari Ustadz, kadang di antara mereka saja. Jadi, sambil silaturahmi, ngajak kebaikan,” ucap Eko.
Eko juga menanamkan sisi tauhid kepada para insan perusahaan. Dalam bisnis, kata dia, sudah pasti banyak pesaing. Namun, tidak perlu takut karena ada Allah sebagai pelindung.
Baca Juga: Kunci Sukses PT JNE, Berbisnis Melibatkan Tuhan“Karena kita punya
backing-an Allah yang Maha Kaya, Maha Merajai, Maha Kuat, jadi dengan amalan-amalan itu kita sudah tidak takut lagi. Kita tawakal dari awal. Kalaupun ada di tengah jalan ada masalah, berarti itu yang terbaik dari Allah,” kata Eko.
Nilai-nilai itu yang ditanamkan Eko selama mengelola perusahaan. Itu pula yang menjadi pendongkrak produktivitas perusahaan hingga Baba Rafi bisa melantai di BEI saat ini.
“Itu yang kita tanamkan, dan alhamdulillah jadi progresif. Karena kita tidak takut. Manajemen risiko tetap, tapi kita jadi lebih yakin,” pungkas Eko.
(jqf)