LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar
Parenting, Cahyadi Takariawan atau akrab disapa Pak Cah, mengatakan, banyak orang tua senang membagikan foto dan cerita anak di media sosial. Ahli menyebut tindakan berbagi cerita atau foto anak di media sosial dengan istilah
sharenting.
“Collins Dictionary memaknai
sharenting sebagai kebiasaan menggunakan media untuk sharing cerita dan foto serta hal-hal lain tentang anaknya. Positif atau negatif, tentu harus dilihat secara cermat dalam berbagai tinjauan,” kata Pak Cah dalam tulisannya berjudul ‘Parenting atau Sharenting, Pilih Mana?’ di blog kompasiana, Rabu (27/7/2022).
Salah satu manfaat yang bisa dirasakan orang tua adalah sharing kebahagiaan dan kesyukuran. Kebahagiaan tidak akan habis dengan dibagikan, justru semakin bertambah. Ini manfaat yang terkait dengan ekspresi diri.
Baca Juga: Pola Asuh Responsif Maksimalkan Potensi Terbaik Sang Buah Hati
Ada pula manfaat yang bisa dirasakan orang tua jika mengasuh dengan spesifik. Orang tua bisa merasa mendapat dukungan moral dari kolom-kolom chat di media sosial. Bisa juga merasa bahagia karena bertemu dengan orang tua dengan kondisi serupa.
Namun, tindakan
sharenting tentu memiliki sejumlah risiko dan dampak negatif. Di antaranya risiko kejahatan
cyber yang dilakukan pihak tidak bertanggungjawab. Seperti kasus penculikan atau
bullying terhadap anak.
Dampak jangka panjang, kondisi psikologis anak pada masa remaja dan dewasa, saat anak merasa tidak nyaman dengan tindakan
sharenting orang tua. Tidak semua anak dan remaja suka pamer foto di medsos.
“Ada anak-anak remaja yang senang
share foto dan cerita kegiatan pribadinya melalui akun pribadinya. Namun, banyak pula remaja yang lebih suka
share poster dan foto-foto alam, binatang atau ilustrasi yang bukan foto diri,” jelas Pak Cah.
Dampak negatif lain saat foto-foto masa kecil yang di-
share orang tua mendapat respon negatif dari netizen, seperti
bullying. Bisa jadi, anak remaja merasa malu dan minder karena kisah dan foto masa kecil mereka dijadikan bahan ejekan.
Baca Juga: Waspada, Banyaknya Pelajaran Agama Bisa Tak Berpengaruh ke Jiwa Anak Jika BeginiMaka itu, Pak Cah meminta orang tua menetapkan batas-batas dalam melakukan
sharenting. Tidak setiap foto dan cerita anak harus diunggah di medsos. Jika ingin
sharenting, lakukan seperlunya saja, tanpa harus mengekspos semua hal tentang anak.
“Pertimbangkan masak-masak dampak bagi anak, yang belum bisa ditanya tentang persetujuan dan hak privasi mereka. Jangan sampai niat baik orang tua akan berbalik menjadi beban bagi anak di masa depan mereka,” tutur Pak Cah.
(jqf)