LANGIT7.ID - , Jakarta -
Petinju wanita Tina Rahimi mencetak sejarah sebagai muslimah pertama yang mewakili
Australia di Commonwealth Games 2022 di Birmingham.
“Ketika pertama kali dipilih untuk pergi ke pertandingan, saya tidak pernah tahu itu. Saya tidak pernah berpikir seperti itu. Saya hanya berpikir akan mewakili Australia,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rahimi ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa segala sesuatu mungkin terjadi.
Baca juga: Samina Baig Muslimah Pertama yang Berhasil Capai Puncak Tertinggi K2"Saya hanya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa segala sesuatu mungkin terjadi dan menunjukkan kepada semua orang apa yang bisa saya lakukan."
Padahal empat tahun lalu, petinju
berhijab ini mengaku menangis saat melakukan pertarungan tinju pertamanya. Kala itu dia merasa tidak memiliki kepercayaan diri.
"Saya tidak terlalu percaya diri," katanya. “Saya ingat melompat di atas ring dan merasa tidak fit sama sekali. Setelah putaran pertama saya menjatuhkan tangan dan berpikir 'apa yang saya lakukan? Saya tidak cukup fit untuk ini?’” seperti dikutip dari Australia Digital News Network, Jumat (29/7/2022).
“Saya mendapatkan kemenangan pertama saya dan senang. Tetapi saya tahu harus melakukan lebih banyak jika ingin melanjutkan olahraga ini.” lanjutnya.
Dengan 17 kemenangan, Rahimi telah membuat sejarah sebagai petinju wanita Muslim pertama yang mewakili
Australia di Commonwealth Games 2022 di
Birmingham.
Baca juga: Fatima Payman, Muslimah Berhijab Pertama yang Terpilih Jadi Senator AustraliaSaat bertanding wanita Australia keturunan
Iran ini mengenakan baju lengan panjang, celana, dan hijab. Rahimi mengatakan iman adalah bagian dari dirinya yang membentuk bagian penting dari rutinitas pra-pertarungan.
“Saya memiliki semua keyakinan pada Allah, saya percaya jika memang itu yang terjadi,” kata Rahimi.
Bila kebanyakan petinju akan mendengarkan musik atau berjalan ke ring, berbeda halnya dengan Rahimi yang memilih mendengarkan
Alquran. Dia pun mengaku menjadi sangat spiritual sebelum masuk ke dalam ring pertandingan.
"Saya berdoa pada Allah untuk membantu dan menjaga saya juga lawan saya tetap aman," seperti dikutip dari ABC News.
Rahimi mengatakan keinginan bertinju diturunkan dari sang ayah yang merupakan
atlet gulat Eropa dan Australia di tahun 80-an dan 90-an.
Kembali dari Birmingham dengan medali emas hanyalah salah satu dari banyak ambisi Rahimi. Langkah selanjutnya adalah impian Rahimi untuk sampai ke Paris 2024.
Baca juga: Cuitan Muslimah Ini Menginspirasi Jemaah Haji di InggrisKebangkitan wanita muslim di dunia olahraga sedang terjadi, mulai dari kategori lari, tinju, sepak bola.
Tahun lalu, pelatih tinju berhijab Inggris pertama Haseebah Abdullah menjadi "Pahlawan Kampung Halaman" Birmingham.
Rahimi bukan satu-satunya petinju berhijab. Banyak petinju Muslimah bergabung dengan olahraga ini setelah Asosiasi Tinju Internasional (AIBA) mengamandemen aturannya pada 2019. Aturan baru itu mengizinkan petinju Muslim mengenakan jilbab dan menutupi seluruh tubuh di atas ring.
(est)