LANGIT7.ID, Jakarta - Kabar gembira buat para penggemar film di Tanah Air. Film Pesantren yang sempat mengembara selama tiga tahun akan tayang secara komersial di bioskop Indonesia mulai 4 Agustus 2022.
Film yang mulai dibuat pada 2015 itu mengangkat kondisi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia dan memiliki 25 ribu pesantren. Isu yang dibawa film itu sangat penting untuk Indonesia saat ini. Maka itu, film itu didistribusikan di jaringan bioskop komersil.
“Karena terkesan tertutup, banyak stigma negatif yang dilekatkan padanya, padahal sebenarnya apa yang kita tahu tentang stigma institusi pendidikan tertua di Indonesia,” kata Lola Amaria Production House, sebagai rumah produksi dalam siaran pers, dikutip Senin (1/8/2022).
Baca Juga: Film Ranah 3 Warna, Kisah Anak Pesantren Kejar Cita-cita Sampai ke Kanada
Dalam materi publikasi FIlm Pesantren di instagram @filmpesantren, film ini bertempat di Pondok Pesantren Jambu Al-Islamy, sebuah pesantren tradisional yang unik karena dipimpin oleh seorang perempuan, Nyai Masriyah Amva.
Pesantren Kebon Jambu yang terletak di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat itu memiliki sekitar 2.000 santri berusia 12-22 tahun. Lola Amaria Production menganggap, pesantren itu merupakan salah satu benteng pertahanan masa depan Indonesia.
![Tepis Stigma Negatif, Film Pesantren Tayang di Bioskop Mulai 4 Agustus]()
Proses produksi Film Pesantren pun sangat panjang. Awalnya, Tim produksi melakukan riset yang dimulai pada 2015 dan 2016. Pada 2015, rumah produksi itu mendapatkan dana pengembangan sebesar $1.500 dari Indonesia Documentary (InDocs) dan Steps International.
Proses pencarian dana mulai dilakukan pada 2016 dengan mengikuti beberapa forum pendanaan untuk film dokumenter. Di antaranya Asian Side of the Docs di Bangkok dan Doc Edge Kolkata di India.
Lola Amaria Production juga mengikuti International Documentary Film Festival (IDFA) Forum di Amsterdam pada 2017. Saat itu, film tersebut berhasil mengamankan kerjasama dengan NHK World dan Aljazeera Documentary Channel.
Proses syuting film berdurasi 95 menit itu dimulai pada Maret 2017 sampai 2018. proses editing dilakukan pada Oktober hingga November 2018 di Berlin, Jerman. Proses editing melibatkan salah satu editor terbaik Eropa, Stephen Krumbiegel.
Film Pesantren pertama kali diputar untuk publik di IDFA Amsterdam pada 2019. lalu, Lola Amaria Production sepakat mendistribusikan di jaringan bioskop Indonesia pada tahun yang sama.
Semula, film ini direncanakan Bakal dirilis secara komersil pada 2020. Namun, rencana itu tertunda karena pandemi Covid-19 mewabah di Tanah Air. Akhirnya, setelah mengembara, film ini akan tayang dan dirilis di bioskop mulai 4 Agustus 2022.
Baca Juga: Gontor Rilis Short Movie BAJRA, Sisi Lain Kehidupan Santri Gontor
Jalan CeritaFilm ini akan menyajikan sebuah kisah dua santri dan dua guru muda yang Bakal membuat penonton dapat mengenal lebih dekat dengan kehidupan santri. Para penonton juga bisa menikmati apa saja yang dipelajari santri di pesantren.
Film itu memang berupaya menampilkan kehidupan para santri di pesantren. Shalahuddin Siregar, sutradara dan produser film, mengatakan, dia tidak hanya ingin membuat film yang menjelaskan apa itu pesantren, tapi ingin melihat lebih dalam hal yang jarang dibahas di luar.
Gaya observasional sutradara memberi kekuatan kepada anak-anak muda yang menjadi subyek film itu, sehingga mampu menceritakan kisah mereka sendiri.
(jqf)