LANGIT7.ID, Jakarta - Hal menarik selalu tersaji apabila membahas tentang sejarah masjid, mulai dari lika-liku proses pendirian hingga berbagai upaya untuk memertahankan eksistensi masjid melalui berbagai program. Begitupula dengan sejarah panjang Masjid Nurussamaniyah sebelum berdiri kokoh di Jalan Cibunar Raya, Gambir, Jakarta Pusat.
Tempat ibadah ini merupakan gabungan antara lima musala dan tiga masjid di lokasi yang berbeda, masjid ini berada di bawah kepengurusan empat rukun warga (RW), yakni RW tiga, enam, lima, dan 11. Pada awalnya, terdapat pembebasan lahan untuk keperluan bisnis yang mengharuskan kedelapan tempat ibadah tersebut direlokasi.
"Ada sekitar 40 kali musyawarah dengan pihak developer, pemerintah daerah, KUA, DMI, dan lembaga-lembaga lainnya," kata Bendahara Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nurussamaniyah, Ahmad Budiman saat ditemui
Langit7, Selasa (2/8/2022).
Baca Juga: Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 90: Larangan Judi dan Minuman KerasPada awalnya, pihak developer meminta agar kedelapan sarana ibadah umat muslim tersebut direlokasi ke luar wilayah sekitar.
"Tapi kita para nadzir sepakat untuk bertahan, mau kita di ruislag (tukar guling atas perubahan tata ruang), tetapi tetap di wilayah pembebasan, anak cucu keturunan yang menjadi wakif bisa melihat beginilah hasil perjuangan," katanya.
Ia menambahkan, mulanya para nadzir ingin dibangunkan masjid dengan tanah seluas 3000 meter persegi. Setelah negosiasi akhirnya diputuskan bahwa masjid dibangun di atas tanah seluas 2500 meter persegi.
"Bahkan kalau kita mau menuruti mereka untuk dibangun di luar, 10 hektar mungkin bisa saja dibangun," kata Ahmad sembari tersenyum.
Baca Juga: 5 Alasan SEO Bisa Tingkatkan Penjualan Bisnis OnlineProses pembangunan masjid akhirnya dimulai pada tahun 2013 dan terealisasi periode 2016 yang diresmikan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin. Masjid Nurussamaniyah dinobatkan sebagai masjid terbaik oleh DMI Provinsi DKI Jakarta tepat pada tahun 2018 dalam hal ruislag.
(zhd)