LANGIT7.ID, Jakarta - Duta Besar (Dubes) Kazakhstan untuk Indonesia Daniyar Sarekenov, meminta konfirmasi dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), KH Yahya Cholil Staquf agar bisa hadir dalam Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional.
Acara tahunan yang diselenggarakan pemerintah Kazakhstan itu akan melibatkan atau mengundang sejumlah pemimpin agama-agama tradisional di seluruh dunia. Kongres ke 7 tersebut akan digelar di Nur-Sultan, Ibu Kota Kazakhstan, pada 13-15 September 2022 mendatang.
"Akan menarik apabila para pemimpin agama ini mau bicara secara jujur tentang berbagai masalah yang menyangkut agama dan kemanusiaan," kata Gus Yahya dikutip laman NU Online, Kamis (4/8/2022).
Baca Juga: Menjelajah ke 7 Masjid Megah di Eropa Timur dan Eropa TengahPara pemimpin agama sedunia dalam acara tersebut diharapkan hadir, karena akan membahas konteks yang sangat krusial. Ini seiring dengan meningkatnya intensitas ketegangan antara kelompok-kelompok agama dan kelompok sekuler, khususnya di negara-negara barat.
"Maka dunia ini sebetulnya dibayang-bayangi oleh ketegangan yang berpotensi mengarah pada konflik. Bukan hanya di antara kelompok-kelompok agama saja, tetapi juga antara kelompok agama tradisional dan sekuler," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.
Menurut Gus Yahya, apabila masalah-masalah agama dan kemanusiaan didiskusikan di Kazakhstan dalam pertemuan para pemimpin agama sedunia, maka akan sangat memiliki arti signifikan bagi dinamika peradaban dunia.
Baca Juga: 3 Fakta Cacar Monyet, Diduga Mewabah di Indonesia(zhd)