LANGIT7.ID, Bogor - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meminta para pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Puncak, Cisarua, Jawa Barat (Jabar) optimistis dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Republik Indonesia (RI). Untuk itu, ganti mengibarkan bendera putih dengan Sang Saka Merah Putih.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bogor Ade Yasin saat membagikan bantuan bahan makanan bersama Kapolres Bogor AKBP Harun kepada para PKL di Jalur Puncak, Cisarua, Bogor. Dia mengaku optimistis pemerintah bakal melonggarkan pembatasan aktivitas masyarakat seiring terjadinya kecenderungan penurunan kasus Covid-19 varian Delta.
"Karena sekarang momentum 17 Agustus, kibarkan bendera Merah Putih. Tapi kalau saya lihat tidak ada tuh bendera putih," kata Ade Yasin di Jalur Puncak, Cisarua, Bogor, Senin (9/8/2021).
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu berharap pemerintah kembali memberikan sejumlah kelonggaran setelah habis masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 periode 3-9 Agustus 2021. "Lumayan kan kemarin ada pelonggaran boleh makan di tempat dengan waktu 20 menit. Itupun sebetulnya bisa kalau kita fokus ke makan, yang dilarang itu kan dilarang ngobrol. Jadi makan ya makan saja," ucapnya.
"Kita juga harus pelan-pelan memberikan pelonggarannya, kita sedang tunggu keputusan dari pusat seperti apa. Kalau bocorannya agak dilonggarin (aturan PPKM)," tuturnya.
Sebelumnya, para pedagang kaki lima di Kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengibarkan bendera putih tanda menyerah lantaran pendapatannya anjlok selama PPKM level 4. Pedagang nasi uduk di Jalan Raya Puncak, KM 85,5, Desa Tugu Utara itu menyebutkan alasan para pedagang kompak memasang bendera putih lantaran pemerintah memperpanjang PPKM level 4 tanpa memberikan pelonggaran apapun.
"Ini adalah simbol pesan dari kami para pedagang untuk pemerintah, agar lebih memperhatikan nasib rakyat kecil," ungkap salah satu pedagang, Hammid. (
Antaranews)
(asf)