LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk
pertumbuhan ekonomi nasional di tengah penurunan ekonomi global dan permintaan luar negeri, pasca pencabutan kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (
PPKM).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan pemerintah mendorong beberapa langkah dalam negeri, mulai dari investasi hingga sektor pariwisata.
"Yaitu untuk belanja dalam negeri didorong, konsumsi dan investasi juga terus didorong, dan beberapa sektor diharapkan bisa terus dipacu, sektor industri, sektor pariwisata,” ujar Airlangga, Senin (30/1/2023).
Baca juga: Pasal UU PDP Digugat, Legislator: Tak Bertentangan dengan UUD 1945 Lebih lanjut, Airlangga menyatakan salah satu prioritas kebijakan pemerintah, lanjut Airlangga, adalah untuk mempertahankan dan mendorong daya beli masyarakat serta menjaga inflasi.
“Inflasi di daerah yang dimonitor di bulan Januari ini memang salah satunya adalah sektor transportasi, dalam hal ini transportasi udara," ungkap Airlangga.
Selanjutnya, kata Airlangga yang kedua terkait dengan beberapa komoditas yang diperhatikan termasuk harga beras, seperti di bulan Desember lalu sehingga pemerintah akan terus memonitor situasi ketersediaan stok dan harga beras.
Selain itu, pemerintah juga mendorong sektor pariwisata sebagai mesin ekonomi, termasuk pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata.
“Pemerintah mendorong pelaksanaan dari kawasan ekonomi khusus (KEK), terutama
pariwisata, dan pemerintah juga menilai beberapa hal yang bisa memperbaiki investasi di sektor pariwisata yang untuk didorong,” ujarnya.
Baca juga: Gus Muhaimin Ungkap 5 Tantangan NU Satu Abad ke DepanTak hanya itu, Airlangga menyebut pemerintah juga mendorong revisi peraturan turunan terkait cipta kerja, salah satunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
“Pemerintah juga mendorong agar revisi terhadap turunan dari Perpu Cipta Kerja untuk terus didorong, antara lain di revisi PP terkait dengan perizinan berusaha berbasis risiko, terutama yang berbasis perizinan dasar, yaitu KKPR, PBG, dan AMDAL.
Dia menambahkan, pemerintah akan terus melakukan hal-hal
debottlenecking daripada perizinan agar investasi masih bisa berjalan dengan baik. Selain itu, pemerintah juga mendorong penyelesaian 30 proyek strategis nasional (PSN) senilai Rp360 triliun.
“Pemerintah juga komitmen investasi PSN yang sejumlah 30 project di tahun 2023, ini estimasi nilainya Rp360 triliun, nah ini diharapkan seluruhnya bisa direalisasi di tahun 2023,” paparnya.
(sof)