LANGIT7.ID, Jakarta - Menuntut ilmu merupakan suatu nilai ibadah. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat mensucikan dan mendekatkan diri kita kepada Sang Pencipta serta menambah derajat kemuliaan..
Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Ustaz Jeje Zaenudin mengatakan, sesuai dengan salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan Imam Ahmad bahwa Rasulullah SAW selalu berdoa apabila selesai salat subuh.
"
Allahumma inni as'aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan tayyibaa wa ‘amalan mutaqabbalan. Ya Allah aku memohon kepada engkau ilmu yang bermanfaat, aku memohon kepada engkau rezeki yang tayibah, dan aku memohon kepada engkau amal yang diterima," kata Ustaz Jeje dikutip dalam tausiahnya di Persis TV Channel, Selasa (9/8/2022).
Baca Juga: Ustaz Jeje Zaenudin soal CFW: Ekspresikan Budaya Bermartabat Pendiri Pesantren An-Nahla Al-Islamiy ini menjelaskan, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang tayibah, dan amal yang diterima adalah perkara penting, baik di dunia maupun di akhirat. Maka Rasulullah SAW membatasi kepada kita ilmu yang bermanfaat, rezeki yang tayib, dan amal yang diterima. Karena banyak ilmu tapi tidak bermanfaat sama dengan tidak punya ilmu.
Sebab hakikat daripada tujuan orang menuntut ilmu adalah kemanfaatannya. Karena banyak orang memiliki banyak ilmu tapi tidak bermanfaat. Semakin banyak ilmu tetapi tidak membawa manfaat pada dirinya, akan berat tanggungjawabnya di sisi Allah SWT.
"Maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mengajarkan permohonanan kepada Allah subhanahu wa ta'ala itu adalah agar ilmu yang diberikan kepada kita ilmu yang bermanfaat," ujar Ketua STAIPI Jakarta ini.
"Apa ilmu yang bermanfaat itu, di antara kriteria ilmu atau ciri ilmu bermanfaat adalah ilmu yang memberikan nilai tambah kepada orang yang memilikinya, yaitu menambah derajat kemuliaan," ujarnya.
Baca Juga: Persis Putuskan Muktamar Digelar September 2022Baca Juga: Perseteruan Pesulap Merah dan Samsudin, Antara Dakwah dan Syirik(zhd)