Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Imam Besar Istiqal: Moderasi Beragama Bukan Liberalisasi dan Westernisasi

Muhajirin Selasa, 09 Agustus 2022 - 15:00 WIB
Imam Besar Istiqal: Moderasi Beragama Bukan Liberalisasi dan Westernisasi
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
LANGIT7.ID, Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menegaskan, moderasi tidak bisa disejajarkan dengan liberalisasi maupun westernisasi. Moderasi dalam bahasa Al-Qur'an adalah Islam sebagai rahmatan lil-alamin.

"Moderasi itu tidak boleh identik dengan liberalisasi. Moderasi juga tidak bisa diidentikkan dengan westernisasi. Moderasi juga tidak bisa diartikan secara kebablasan," kata Prof Nasar kepada LANGIT7.ID, Senin (8/8/2022.

Baca Juga: Masjid Istiqlal Akan Gelar Upacara Kemerdekaan Lintas Agama

Dia memaparkan, moderasi beragama berarti mengembalikan Islam ke jati dirinya sendiri yang sejatinya sudah moderat. Banyak bukti dalil yang menjelaskan hal itu. Misal dalam ilmu sharaf, Islam sebagai agama moderat bisa dilihat dari rumus bahasa Arab tersebut.

Dalam ilmu sharaf, Islam termasuk masdar ruba'i (masdar dengan empat huruf). Dia berada di tengah-tengah antara mashdar fi'il tsulasi, ruba'i, khumasi, dan tsudasi. Islam diapit antara aslama dan istaslama.

“Nah, pemberian nama Islam oleh Al-Qur'an itu sudah moderat, karena di tengah-tengah. Bukan tiga (fi’il Tsulasi”, bukan enam (fi’il tsudasi),” kata Prof Umar.

Al-Qur’an menggunakan kata Islam sebagai agama yang sempurna, seperti ditegaskan dalam Surah Al-Maidah ayat ke-3. Allah tidak menggunakan kata as-salam (fi’il tsulasi) atau pun istaslam (tsudasi).

“Jadi Islam, itu di tengah-tengah. As-Salam itu tsulasi, standarnya minim. bukan juga istislam, bukan sempurna. Hanya malaikat yang bisa mencitakan istislam. Tapi, kita juga tidak ingin menjadi liberal, hanya salam. Jadi, Islam dihimpit antara salam dan istislam. Jadi, garis tengah itu sudah sesuai dengan namanya sendiri,” ujar Prof Nasar.

Baca Juga: Perkuat Moderasi Agama, Ulama Tunisia Bahas Kerjasama dengan Masjid Istiqlal

Kata ‘Islam’ dalam ilmu sharaf saja menunjukkan Islam itu moderat. Itu bukan kebetulan, karena makna Islam dalam tatanan bahasa Arab sesuai dengan makna Al-Qur’an. Ini menjadi salah satu dalil bahwa Islam itu moderat. Belum lagi dalil-dalil yang bersumber dari teks Al-Qur’an dan hadits.

“Jadi, moderasi Islam itu mengembalikan (konsep) Islam kepada Islam pada masa Nabi, rahmatan lil-alamin (rahmat bagi seluruh alam semesta),” ujar Prof Nasar.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)