LANGIT7.ID, Jakarta - Seekor
Paus Beluga ramai menjadi perbincangan karena memasuki sungai Seine yang terletak di bagian barat laut
Prancis. Proses evakuasinya berlangsung dramatis.
Paus yang mampu hidup hingga usia 35-50 tahun ini, mengalami komplikasi kesehatan selama proses evakuasi penyelematan dan harus di-eutanasia oleh otoritas terkait.
"Penderitaan jelas terlihat di hewan ini, jadi penting untuk melepaskan ketegangannya dan kami harus melanjutkan tidur tenangnya," kata dokter hewan setempat, Florence Ollivet Courtois seperti dilansir
ArabNews, Kamis (11/8/2022).
Baca Juga: KKP Kubur Paus Sepanjang 4 Meter Terdampar Mati di Lombok BaratEutanasia sendiri merupakan tindakan mengakhiri hidup makhluk (hewan atau manusia) secara sengaja untuk menghilangkan penderitaannya.
Eutanasia dilakukan pada kasus tertentu, seperti pada penderita penyakit mematikan atau kondisi makhluk yang merasa kesakitan dan kondisi medisnya tidak bisa lagi diobati.
Berdasarkan keterangan otoritas terkait, mamalia laut berwarna putih itu secara tidak sengaja keluar dari jalurnya, dan memasuki area sungai Seine, Prancis. Tim yang terdiri dari 80 orang berupaya mengevakuasinya.
Namun saat proses evakuasi, keadaan mamalia dari keluarga Monodontidae ini kian memburuk. Sehingga pihak otoritas terkait harus mengambil tindakan untuk melepas penderitaannya.
"Selama perjalanan, para dokter hewan memastikan kondisinya memburuk. Dia kesakitan, terutama dalam aktivitas pernapasannya," kata Courtois.
Apalagi, lanjut dia, cuaca di daerah setempat juga tidak mendukung. Di mana panas cukup ekstrim menjadi tantangan tersendiri.
Akhirnya, paus sepanjang 4 meter itu di-eutanasia. Sebab, kondisinya terus memburuk dan semakin melemah untuk dikembalikan ke perairan.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan berakhir pilu dengan kematian pada paus Beluga ini. Hal itu dikarenakan jumlah mereka yang terus berkurang, dan diketahui berjumlah 340 ekor pada 2017 silam.
(bal)