LANGIT7.ID, Australia - Sebuah kisah mengharukan terjadi di Masjid Auburn Gallipoli, Australia. Australia dikenal sebagai salah satu negara dengan minoritas muslim. Meski begitu, masyarakat muslim di Australia bisa menjalankan ibadah dengan nyaman.
Kejadian mengharukan itu dibagikan akun resmi Auburn Gallipoli Mosque di Twitter. “Kami ingin berbagi hal indah yang terjadi di masjid kami hari ini,” tulis akun itu, dikutip Jumat (12/8/2022).
Seorang pria bernama John Alexander Thomson menemukan sebuah kaligrafi ayat kursi di tempat pembuangan sampah. Awalnya, John tak mengetahui makna dari kaligrafi itu. Namun, dia menelpon pihak masjid untuk mengkonfirmasi dan menyerahkan kaligrafi tersebut.
“John menemukan kaligrafi Ayatul Kursi di tempat sampah. Mencurigai itu mungkin semacam naskah suci, dia menghubungi kami dan membawanya ke masjid kami,” tulis akun masjid tersebut.
Baca Juga: Melihat Kaligrafi Tertua Al-Qur'an di Masjid Agung Moskow
Pengelola Masjid Auburn Gallipoli lalu mengucapkan rasa terimakasih kepada John atas kepeduliannya itu. “Kami berterima kasih kepada John atas tindakannya yang penuh perhatian dan perhatian yang luar biasa,” kata salah satu pengurus masjid.
Tak sedikit netizen muslim yang salut dan menyampaikan terima kasih atas jasa John Alexander Thomson. Bahkan tak sedikit yang mendoakannya agar mendapatkan hidayah.
"Sungguh bijaksana, semoga Allah memberi dia petunjuk kepada Islam," respon akun @ilmfeed.
Masjid Auburn Gallipoli, Masjid Turki di Australia
![Temukan Ayat Kursi di Tempat Sampah, Pria Australia Serahkan ke Masjid]()
Masjid Auburn Gallipoli terletak di Auburn, New South Wales, Australia. Masjid ini terletak 16 kilometer di barat ujung selatan Jembatan Pelabuhan Sydney. Masjid ini juga memiliki kualitas landmark di posisi yang menonjol di samping Jalur Kereta Api Barat Utama.
Masjid ini memiliki latar belakang historis dengan komunitas muslim Turki di Australia. Tak hanya menjadi pusat shalat lima waktu, tapi juga disediakan kelas-kelas untuk pendidikan bahasa, komunitas, dan kegiatan budaya.
Baca Juga: Kisah Imam Masjid di Turki, Tunjukkan Indahnya Islam Lewat Bahasa Cinta
Daya tarik estetika interior sangat memanjakan mata. Semua bahan bangunan masjid ini diimpor dari Turki. Kualitas eksterior masjid menggunakan marmer dan batu yang juga diimpor dari Turki.
Masjid ini mampu menampung 1.600 jamaah dan tambahan sebuah ruangan yang bisa memuat 500 jamaah. Pada hari Jumat, jamaah bisa mencapai 3.00 orang dan tumpah ruah ke area halaman.
Masjid Auburn Gallipoli memiliki luas 4.000 m2 yang dibangun sebagai kerangka beton dengan dinding eksterior batu pengisi yang dilapisi dengan batu travertine. Masjid berbentuk bujur sangkar dengan tata letak lantai beratap dua tingkat kubah dengan kubah pusat besar dikelilingi delapan setengah kubah kecil diapit oleh dua menara.
![Temukan Ayat Kursi di Tempat Sampah, Pria Australia Serahkan ke Masjid]()
Kubah utama memiliki lingkar internal 16,6 m yang ditinggikan 22,6 m di atas lantai akhir. Menara-menara tersebut berdiri setinggi 34m masing-masing dengan dua tingkat balkon eksternal. Kubah utama bertumpu pada delapan kolom perimeter yang memindahkan beban secara merata ke delapan semi kubah di sekitarnya kemudian ke dinding perimeter.
Baca Juga: 7 Masjid Megah di Asia Tengah, dari Kazakhstan hingga Uzbekistan
Tepat di bawah setiap kubah terdapat serangkaian jendela dengan jarak yang sama yang dilapisi kaca berwarna, menerangi denah terbuka di bawahnya. Jendela memberikan cahaya matahari yang disaring ke dinding dan lantai yang dilapisi dengan mosaik.
Demikian pula kubahnya dilapisi dengan tembaga sebagai pengganti praktik tradisional timbal yang memberikan patina abu-abu kebiruan gelap yang melengkapi penggunaan batu di dinding luar masjid utama. Pada 2006, panitia menugaskan tim spesialis atap dari Turki untuk melapisi kubah dengan timah.
(jqf)