LANGIT7.ID - Penantian diaspora Indonesia untuk mencicipi masakan Indonesia di Madagaskar akhirnya terwujud setelah kehadiran restoran di Hotel Mercure Antananarivo. Hotel dan Restaurant ini mengusung konsep budaya Indonesia dan juga menyajikan kuliner khas Indonesia secara autentik.
Sang pemilik restoran yang juga diaspora Indonesia di Madagaskar, Ervinna Sanusi, menjelaskan bahwa salah satu misi dari pembangunan restoran Indonesia dan Hotel Mercure ini adalah untuk mempromosikan budaya dan kuliner Indonesia di tanah Madagaskar.
Di bagian interior, terdapat berbagai pajangan seperti boneka dengan baju tradisional khas Indonesia, lukisan alam Indonesia, miniatur Candi Borobudur dan Candi Prambanan, gebyok (pintu ukiran jepara), dan juga meja yang terbuat dari kayu jati asli Indonesia.
Selain itu, restoran tersebut juga turut menyajikan ragam kuliner legendaris Indonesia. Mulai dari nasi kuning, nasi goreng, sate ayam, soto ayam, hingga rawon.
Kuasa Usaha Tetap Republik Indonesia (KUTAP RI) di Madagaskar, Benny Yan Pieter Siahaan, mengatakan bahwa KBRI Antananarivo turut mengapresiasi kehadiran Hotel dan Restoran Mercure Antananrivo yang ingin mempromosikan budaya dan kuliner Indonesia.
"Semoga kuliner Indonesia mendapat tempat di hati masyarakat Madagaskar, sebagai saudara jauh Indonesia," ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (10/8).
Dalam peresmian tersebut, turut dihadiri Menteri Pertahanan Republik Madagaskar Richard Rakotonirina, Wakil Kepala Perwakilan/DCM Kedubes Amerika Serikat di Madagaskar, Tobias Glucksman serta diaspora dan Keluarga Besar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Antananarivo.
(sof)