LANGIT7.ID, Jakarta - Terdapat 5 cara
edukasi anak agar mudah bergaul di pesantren. Mereka harus paham bahwa ketika berada di pondok, mereka harus beradaptasi hidup mandiri.
Tak mudah bagi anak untuk berkenalan dengan lingkungan baru, apalagi seperti di
pesantren. Tapi orangtua harus bisa mengedukasi mereka agar tetap betah jauh dari rumah.
Awal masuk ke
pondok pesantren, anak memang kerap mengalami shock. Mereka kerap meminta pulang, menangis dan mengeluh karena lingkungan barunya itu.
Baca Juga: Ada Kendala Teknis, Film Pesantren Batal Tayang 4 AgustusLalu bagaimana cara mengedukasi anak agar mudah bergaul dan beradaptasi di lingkungan pesantren? Berikut tipsnya.
1. Komunikasi Terbuka dengan AnakCara pertama untuk mengajarkan anak agar mudah beradaptasi adalah komunikasi sebelum memasukkannya ke lingkungan pesantren. Pastikan anak masuk pesantren tanpa paksaan dari orangtua.
Sebab saat di pesantren, anak harus menyesuaikan didikan guru-guru dari mulai bangun tidur hingga terlelap. Jika masih mengalami culture shock, dengarkan setiap keluhan anak dan pahami bahwa dirinya sedang berjuang untuk mandiri.
2. Jangan Beri Beban Anak saat LiburUmumnya, pesantren memberi masa libur setiap beberapa bulan sekali, dengan durasi beragam, mulai dari 14-30 hari. Di masa itu, manfaatkan waktu libur anak sebaik mungkin.
Kurangi beban anak dalam pekerjaan yang tidak perlu. Dengarkan cerita sang anak bagaimana saat dirinya menjalani kehidupan di pesantren.
3. Terus Berikan Motivasi Selanjutnya, yakinkan kepada anak, kalau dirinya mampu menghadapi berbagai kesulitan. Sebagai orang tua, jangan menunjukkan sikap terlalu tak tega dengan anak.
Bangun mental anak dengan mengajarkannya menghadapi masalah dengan tenang dan taat kepada sang guru di lingkungan pesantren.
4. Ajarkan Anak IkhlasPada awal masuk pesantren, anak biasanya rewel karena rindu kepada orangtuanya atau tak cocok dengan teman-temannya. Sebagai orangtua, ajarkan anak untuk ikhlas saat menghadapi kesulitan.
Bekali anak dengan memasrahkan diri kepada Allah SWT saat sedang berusaha. Secara perlahan, anak akan mudah menerima perbedaan yang ada di lingkungan pesantren.
5. Jangan Terlalu Sering Berkunjung Mengutip dari situs Pesantren Khairunnas, lebih baik orangtua jangan terlalu sering menjenguk anak yang sedang menjalani pendidikan di pesantren.
Semakin sering bertemu orangtua, anak akan sulit berkonsentrasi karena merindukan ibu dan bapaknya. Saran terbaik untuk waktu besuk adalah sebulan sekali.
(bal)