LANGIT7.ID, Jakarta - Ayat-Ayat Setan atau The Satanic Verses merupakan salah satu karya Salman Rushdie, penulis Inggris yang lahir India . Novel ini terbit pada 1988 dan memicu kontroversi di sejumlah negara.
Ayat-Ayat Setan menjadi novel paling kontroversial, Rusdhie terseret dalam berbagai kecaman dan ancaman pembunuhan karena dinilai menista Islam. Jumat (12/8/2022) menjadi hari yang naas bagi Rushdie ketika lehernya ditikam orang saat memberikan kuliah di New York, Amerika Serikat.
Penggunaan latar belakang dan plot yang mengandung simbol-simbol Islam membuat banyak muslim dunia marah. Pemimpin Iran, Ruhollah Khomeini merilis fatwa pembunuhan terhadap penulis pada 1989. Fatwa tersebut juga menyasar editor dan penerbitnya Viking Penguin (London & New York).
Baca juga: Novelis Penghina Islam Ditikam Belasan Kali di New YorkNovel Ayat-Ayat Setan juga memicu demonstrasi kekerasan di Pakistan. Salinan novelnya dibakar di Inggris, di mana beberapa toko buku dibom; dan buku tersebut itu dilarang di beberapa negara.
Plot yang kompleks dan berlapis-lapis dalam novel ini berfokus pada dua protagonis, keduanya Muslim India yang tinggal di Inggris, Gibreel Farishta dan Saladin Chamcha.
Gibreel dan Saladin bertemu dalam penerbangan dari Bombay (Mumbai) ke London, dan pesawat dibajak oleh teroris Sikh. Selama pertengkaran, para teroris secara tidak sengaja meledakkan bom, menghancurkan pesawat di atas Selat Inggris.
Gibreel dan Saladin selamat dari ledakan pesawat dan jatuh ke Samudra Atlantik. Saat Gibreel turun, dia berubah menjadi malaikat Gabriel dan memiliki serangkaian mimpi.
Yang pertama adalah sejarah revisionis tentang berdirinya Islam, dan rincian subplot inilah yang membuat marah banyak Muslim. Karakter yang disebut terinspirasi dari kisah Muhammad yang disebut Mahound dalam novel ini.
Mahound sendiri adalah ejekan yang digunakan oleh orang Inggris semasa Perang Salib kepada umat muslim. Nama itu berarti "idola, atau Tuhan yang salah".
Seperti dalam legenda apokrif, Mahound menerima visi yang memungkinkan pemujaan tiga dewi. Namun, setelah menyadari bahwa wahyu yang menegaskan dikirim oleh iblis, ia mundur.
Baca juga: Setan Akan Menggoda Manusia dari Segala Arah, Berikut PenjelasannyaAlur lain yang diceritakan yakni melalui mimpi Gibreel yang lain. Itu dimulai di desa Titlipur, di mana seorang gadis muda bernama Ayesha dan orang tua angkatnya, Mirza Saeed Akhtar dan istrinya, Mishal, tinggal.
Ayesha menyatakan bahwa malaikat Gabreel telah mengungkapkan kepadanya bahwa Mishal menderita kanker payudara. Namun, jika seluruh desa berjalan ke Mekah, Mishal akan sembuh.
Ziarahnya panjang dan sulit, dan banyak peziarah mati di sepanjang jalan. Yang lain kehilangan kepercayaan.
(sof)