LANGIT7.ID - , Jakarta - Di Indonesia, saat ini
busana muslim sudah menjadi tren terlebih di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang dan lainya. Gaya busana tersebut juga beragam mulai dari formal hingga informal.
Melihat busana muslim saat ini, membuat pertanyaan muncul dibenak bagaimana gaya busana muslim sebelum
kemerdekaan? Apakah sama seperti sekarang?
Baca juga: Busana Muslim Simpel Masih Tren di Masa PandemiDosen
UIN Syarif Hidayatullah, Siti Amsariah mengatakan sebelum masa kemerdekaan yaitu pada masa penjajahan tidak dikenal dengan istilah busana muslim. Menurut dia, dahulu orang beragama Islam ataupun yang lainnya lebih banyak berpakaian yang memperlihatkan budaya daerah masing-masing. Secara umum yang lebih bisa dikenal, seperti
kebaya atau baju atasan misal baju Melayu.
Kemudian, masa setelah Merdeka misalnya pada masa Orde Baru, mulai muncul istilah busana muslim mulai di era 90-an. Hal tersebut terjadi ketika ada tren orang menggunakan
jilbab. Namun, masih terbatas karena adanya larangan.
"Ada larangan dari pemerintah Orde Baru di masa itu untuk orang-orang yang menggunakan jilbab. Bahkan anak-anak di sekolah tidak boleh masuk dan beberapa karyawan seperti PNS ataupun
pegawai swasta melarang penggunaan jilbab. Waktu itu belum disebut busana muslim, tetapi penggunaan jilbab atau kerudung," ujar Amsariah kepada Langit7, Selasa (16/8/2022).
"Sehingga, jilbab hanya dipakai oleh kalangan tertentu seperti
pondok pesantren, sekolah-sekolah Islam yang dibawa naungan Yayasan Islam dan lainnya. Jadi penggunaan hijab masih sangat terbatas karena terdapat pelarangan," lanjut dia.
Baca juga: Lingkungan Hidup Jadi Inspirasi Koleksi Busana Muslim dari Kursien KarzaiHingga saat menjadi tren di tahun 90-an, mulai muncul istilah busana muslim yang kemudian berkembang dengan model-model hijab.
Penggunaan istilah busana muslim ini menjadi tren buat semua orang. Bukan cuma gaya kerudungnya tetapi juga baju-bajunya yang kini dianggap sebagai busana muslim.
"Nah, sejak saat itu, istilah busana muslim yang pada awalnya hanya digunakan orang-orang yang mungkin dalam bahasa syariat itu sudah akil sudah balik atau sudah dewasa. Kini juga dipakai oleh anak-anak kecil bahkan bayi juga dipakaikan kerudung dan lainnya. Hal ini menjadi sangat meluas," ucap Amsariah.
"Bukan cuma kalangan dari aspek umur tetapi dari aspek profesi. Ada beberapa profesi yang sudah banyak menggunakan tren busana muslim, kalau dulu profesi yang berbusana muslim hanya terbatas pada guru atau orang-orang yang di dunia pendidikan, tetapi kini berkembang di semua profesi," tuturnya.
Amsariah melanjutkan, penggunaan jilbab saat ini tak hanya terbatas pada pendidik saja. Namun profesi seperti dokter, karyawan bank dan lainnya sudah memakai hijab. Artinya, penggunaan hijab pada perempuan muslim sudah sangat meluas.
Baca juga: Fokus Pemerintah Tingkatkan Perdagangan Lewat Busana MuslimKarena semakin meluas, tambah Amsariah, membuka profesi baru yang disebut desainer busana muslim. Tidak hanya itu, menurut dia, hal ini juga membuka lahan ekonomi.
"Nah, karena itu semakin meluas maka kemudian membuka sebuah profesi baru yaitu desainer busana muslim. Mereka sudah mulai banyak muncul dan bukan cuma membuka profesi baru tetapi juga membuka lahan ekonomi baru buat orang-orang di wilayah pemasaran ekonomi dan lainnya. Akhirnya muncul juga pasar baru yakni pasar baju muslim" pungkasnya.
(est)