LANGIT7, Jakarta - Belakangan ramai soal praktik perdukunan berlandaskan agama dan menjadikan Al-Quran sebagai jimat. Padahal, hampir bisa dipastikan kebanyakan dukun tak bisa mengaji dan jauh dari syariat Islam.
Penceramah Ustadz Adi Hidayat (UAH) menegaskan, fenomena saat ini banyak praktik dukun yang menjadi agama sebagai landasan dalam praktiknya. Bahkan, Al-Quran turut dijadikan jimat untuk melakukan tipu daya.
Baca Juga: Dukun di Indonesia Kian Eksis, Ini Kata Ustaz Khalid Basalamah"Para dukun itu disebut dalam Al-Quran hampir tidak pernah berzikir, yang salah satunya adalah baca Al-Quran. Bisa jadi dukun yang menjadikan Al-Quran sebagai jimatnya ini ngajinya tidak benar, salatnya pun berantakan, dan ini dibahasakan dalam Al-Quran," ungkap dia dalam kajiannya, dikutip Kamis (18/8/2022).
Al-Quran membahasakan, dukun bukanlah orang yang mengerti kitab suci dan tidak pernah berzikir. Mereka tergolong orang munafik yang menjadikan Al-Quran untuk melakukan tipu daya.
"Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya. Dan Al-Quran itu bukan pula perkataan tukang tenung yang sering merasa mengetahui hal-hal yang gaib." (QS. Al-Haqqah: 42).
Baca Juga: 3 Aksi Dukun yang Viral di Medsos, Kedoknya Selalu AgamaMenurutnya, kemaksiatan yang dilakukan oleh dukun akan mempengaruhi kesalihannya, khususnya bila dukun itu seorang muslim. Apalagi, dia juga turut menjerumuskan orang lain yang datang kepadanya.
Dia menambahkan, hal yang berkaitan dengan dukunisme, paranormalisme, ataupun sihirisme menjadi penyebab jauhnya seorang muslim pada kenikmatan Allah.
"Sebab, kenikmatan terbesar itu ketika seorang hamba tersambung dengan Allah SWT lewat zikirnya. Maka tinggalkan orang yang membawa risalah dan ajaran yang bertentangan dengan ajaran ke-Islaman," katanya.
Baca Juga:
5 Pusaka Dukun, Awas Tertipu Pengobatan Alternatif Berbau Syirik
Alasan Pesulap Merah Bongkar Trik Dukun: Perintah Allah SWT
Praktik Perdukunan Manfaatkan Ketidaktahuan Masyarakat untuk Jerat Mangsa(asf)